FAKTOR-FAKTOR YANG MEMOTIVASI PIHAK MANAJEMEN DALAM MEMILIH BENTUK RAMALAN LABA YANG DIUNGKAPKAN PADA LAPORAN TAHUNAN
Indarti Diah Palupi (adv. Dr. Jogiyanto HM., MBA), Dr. Jogiyanto HM., MBA
Ramalan laba memiliki sifat sukarela baik dalam pengungkapannya maupun dalam bentuk ramalan laba yang akan diungkapkan. Ramalan laba dapat diungkapkan dalam dua bentuk yaitu ramalan laba kuantitatif yang terdiri dari point, range serta open ended (maksimum dan minimum) dan ramalan laba kualitatif Tujuan penelitian ini adalah menguji faktor-faktor yang memotivasi pihak manajemen dalam memilih bentuk ramalan laba yang diungkapkan pada laporan tahunan berdasarkan teori sinyal dan teori keagenan. Faktor-faktor yang diuji meliputi expectation gap, news, konsentrasi pasar terhadap produk, volatilitas laba dan kepemilikan saham oleh blockholder. Penelitian ini menggunakan regulasi sebagai control variable. Pengumpulan data berdasarkan purposive sampling berhasil mengumpulkan 68 ramalan laba dari 55 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama tahun 1992 - 1996 yang terdiri dari 26 ramalan laba kuantitatif berbentuk point dan range dan 42 ramalan laba kualitatif Beberapa uji statistik digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik deskriptif, uji normalitas data, uji univariate dan uji multivariate menggunakan logistic regression model.Hasil penelitian menunjukkan hanya hipotesis kedua yang secara statistik signifikan. Pihak manajemen akan memilih bentuk ramalan laba kuantitatif jika ingin menyampaikan good news sedangkan ramalan laba berbentuk kualitatif akan dipilih oleh pihak manajemen untuk menyampaikan bad news. Kesimpulan penelitian menyatakan semua faktor kecuali news bukan merupakan faktor yang memotivasi pihak manaj emen dalam memilih bentuk ramalan laba yang diungkapkan pada laporan tahunan.
Earnings forecasts have voluntary nature in both disclosure and form. Earnings forecasts can disclose in two forms, first, in quantitative form especially in point, range and open ended, and second, disclose in qualitative form. This research is designed to examine motivating factors for management to choice forecast forms that were released in annual report. Signal theory and agency theory were underlying this research. The factors being examined were expectation gap, news, product-market concentration, earning volatility and blockholder. Regulation was used as control variable. Sixty eight management earnings forecasts from fifty five companies listed in Jakarta Stock Exchange from 1992 until 1996 selected using purposive sampling method were used as research sample. Earning forecasts consisted of twenty six quantitative forecasts (point and range) and forty two qualitative forecasts. Several statistical tests according to the hypothesis were used in this study that are descriptive statistic, data normality test, univariate test and multivariate test using logistic regression model. The result showed only second hypothesis was statistically significant. Management will choose quantitative forecast to release good news and qualitative forecast to release bad news. The conclusion stated that all factors hypothesized except news were not motivating factors for management to choose forecast forms that were released in annual report.
Kata Kunci : laporan tahunan, ramalan laba, bentuk ramalan laba, ramalan laba kuantitatif, ramalan laba kualitatif laba kuantitatif, ramalan laba kualitatif