Laporkan Masalah

PENGARUH TEKNOLOGI DAN KAPASITAS INOVASI PADA KINERJA EKSPOR PERUSAHAAN MANUFAKTUR

IMRON WIDIASTUTI (adv. Drs. Agus Achyari, MBA), Drs. Agus Achyari, MBA

2014 | Tesis | S2 Management

Penelitian ini mencoba untuk memperluas penelitian Nassimbeni (2001) terutama menggali lebih lanjut faktor internal dari kinerja ekspor yaitu teknologi dan kapa¬sitas inovasi. Nassimbeni (2001) menemukan hubungan tidak signifikan antara konstruk technology levers dengan kinerja ekspor pada sam pel perusahaan keci!. Temuan-temuan terdahulu dalam area kinerja ekspor bersifat cross culture, se¬hingga investigasi di Indonesia akan memberikan tambahan temuan empiris secara universallagi.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teknologi dan kapasitas ino¬vasi pada kinerja ekspor perusahaan manufaktur, dengan setting perusahaan manufaktur eksportir berskala besar dan menengah di Jawa. Dari populasi yang telah ditentukan sebagai sample frame, sampel ditentukan secara stratified random sampling. Hal ini terkait dengan pertimbangan generalisasi atas sub¬populasi yang ada pada Iingkungan manufaktur. Analisis didasarkan dari 40 respon partisipan penelitian yang dikumpulkan dari kuisioner melalui survei pos kepada pimpinan perusahaan. Pimpinan perusahaan diyakini mempunyai persepsi valid atas data yang ditanyakan dalam kuisioner penelitian.

Hasil analisis menunjukkan bahwa konstruk teknologi koefisien regresinya 0,268 dan secara statistik sigifikan berpengaruh terhadap kinerja ekspor pada p¬value 2,3%. Temuan studi ini tidak mendukung studi Nassimbeni. Hal ini kemungkinan disebabkan atas perbedaan besaran perusahaan yang digunakan sebagai sam pel. Namun demikian, temuan studi ini searah dengan studi Zhou dan Zou (2002), Katsikeas et al (1997) dan Chetty dan Hamilton (1993, 1996). Berikutnya konstruk kapasitas inovasi mempunyai koefisien regresi 0,292 serta mempunyai p-value 1,3%. Temuan studi ini mendukung studi Nassimbeni.

Temuan penting lain menunjukkan bahwa umur dan jumlah karyawan tampak bukan sebagai determinan suksesnya aktvitas ekspor, namun kemampuan peru¬sahaan dalam mengakomodasi karakteristik pasar ekspor justru memperkuat kinerja ekspor. Responden perusahaan beraset besar juga negatif berpengaruh terhadap kinerja ekspor. Hal ini dijelaskan dengan kecenderurangan perusahaan beraset besar lebih berorientasi pada pasar domestik.

The study extent to the Nassimbeni's study (2001), escpecially looking for empirically agreement for effect of internal factors (technology and innovation capacity) on export propencity and export intencity. Nassimbeni (2001) found the insignificant relationship between technology levers and export propencity and export intencity at small-sized enterprises. The previous findings on the export performance model were cross culture, thus the empirical investigation in Indonesian context will more validated the issue.

The study aims to test the effect of technology and innovation capacity on the large and medium-sized manufacturer's export performance. Based on given population as sample frame, the sample was drawn by stratified random sampling. The analysis is conducted to 61 research's participants, which is collected by mail-survey to the company director. The company director was believed having the valid perception about each items questionnaire's answer.

Based on the Iinier model, the study shown that technology levers has the regression coefficient 0,268 and effect statistically significant on the export performance at p-value 2,3%. This study finding is not supported by Nassimbeni's study that used small-sized firms while this study use medium and large-sized firms. However, it is inline to Zhou dan Zou (2002), Katsikeas et al (1997) and Chetty dan Hamilton (1993, 1996). Furthermore, the innovation capacity has the regression coefficient 0,292 and p-value 1,3%. The direction of the variable is inline to Nassimbeni's study.

Kata Kunci : teknologi, inovasi, kinerja ekspor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.