Perbandingan Tingkat Efisiensi Pada Industri Perbankan
Ilat, Ventje. (Adv.: Drs. Sugiarto, MBA, M.Acc. Ak.), Drs. Sugiarto, MBA, M.Acc. Ak.
Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan akan tingkat efisiensi di antara bank pemerintah, bank swasta, bank asing/campuran, dan bank publik. Ukuran efisiensi yang digunakan pada penelitian ini adalah tingkat efisiensi operasional/teknis, yang didasarkan pada ratio keuangan, yang meliputi: 1) tingkat imbalan hasil aktiva (return on asset/ROA), 2) tingkat perputaran aktiva (asset turnover), 3) margin laba (profit margin), dan 4) tingkat imbalan hasil modal sendiri (return on equity/ROE).
Obyek penelitian ini meliputi kelompok bank pemerintah, swasta, asing, dan kelompok bank publik, dengan jumlah sampel 54 bank. Dalam penelitian ini digunakan model analisis varians (ANOVA) dan uji-t (t-test). Data yang digunakan bersumber dari Bank Indonesia, Berita Perbanas, Majalah Perkembangan Bank-Bank Devisa, dan Majalah Perkembangan Bank-Bank Pemerintah, keduanya diterbitkan oleh Bank Bumi Daya, Majalah Infobank, dan laporan tahunan bank yang dijadikan sampel.
Hasil penelitian dengan melakukan uji hipotesis menolak Ho I,II,III,IV. Hipotesis I dengan Fftit. sebesar 4,419 dan nilai p=0,78% menunjukan tingkat efisiensi aktiva atas dasar ROA di antara bank pemerintah, bank swasta, bank asing, dan bank publik secara signifikan berbeda. Hipotesis II dengan Fftl. sebesar 4,845 dan nilai p=0,68% berarti tingkat efisiensi yang didasarkan pada tingkat perputaran aktiva di antara bank pemerintah, bank swasta, bank asing, dan bank publik secara signifikan berbeda. Hipotesis III dengan
sebesar 5,26 dan nilai p=0,46% berarti tingkat efisiensi yang didasarkan pada margin laba di antara bank pemerintah, bank swasta, bank asing, dan bank publik secara signifikan berbeda. Hipotesis IV dengan Frsit. sebesar 7,255 dan nilai p=0,04% menunjukan tingkat efisiensi modal sendiri atas dasar ROE di antara bank pemerintah, bank swasta, bank asing, dan bank publik secara signifikan berbeda.
Hasil analisis terhadap tingkat efisiensi terhadap ke-empat kelompok bank yang diteliti menunjukkan bahwa tingkat efisiensi bank asing adalah tinggi, bank publik adalah sedang (menengah), sedangkan bank pemerintah dan swasta mempunyai tingkat efisiensi yang rendah. Faktor yang menyebabkan tingginya tingkat efisiensi pada bank asing adalah margin laba yang tinggi, disertai dengan tingkat perputaran aktiva yang sedang. Faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat efisiensi pada bank pemerintah adalah tingkat perputaran aktiva yang rendah disertai tingkat profit margin yang sedang. Sedangkan rendahnya tingkat efisiensi bank swasta disebabkan margin laba yang sangat rendah, walaupun tingkat perputaran aktivanya sangat tinggi namun tidak dapat menaikkan tingkat efisiensi.
This study was designed to see if there is any
significant difference in efficiency among government, private, foreign/joint venture, and public banks. Efficiency used in this study was in terms of operational or technical efficiency, based on financial ratio which include: 1) return on asset (ROA), 2) asset turnover, 3) profit margin, and 4) return on equity (ROE).
The objects of this study were government, private, foreign/joint venture, and public banks, with a total of 54 sample banks. In this study, analysis variance and t-test were used. The data collected was from the Central Bank of Indonesia, Berita Perbanas, Bulletin of Development of Foreign Exchange Banks in Indonesia, and Bulletin of Development of Government Banks in Indonesia - both published by Bumi Daya Bank - Infobank and annual report of the sample banks.
The results of the study rejected H. I, II, III, IV.
For null hypothesis I, an F value of 4,419 with probability level of 0,07 % means that efficiency of the various banks being studied had different ROA based efficiency. For null hypothesis II an F value of 4.845 with probability of 0.68 % showed that the efficiency in terms of asset turnover among the various banks was different. For H. III, an F value of 5.26 which significant at p = 0.46 % means that profit margin based efficiency among the different banks was different. And lastly, for H. IV, an F value of 7.255 with p = 0.04 % showed that efficiency an the basis of return on equity was different among the banks being studied.
Furthermore, results of the analysis showed that among
the four groups of the banks being studied, foreign banks had the highest efficiency. The public banks had an intermediate efficiency, while government and private banks had the lowest efficiency. The high efficiency in the foreign/joint venture banks was attributed to the high profit margin coupled with intermediate asset turnover. The low efficiency in government banks was the results of low asset turnover with intermediate profit margin. For the private banks, the low efficiency resulted of very low profit margin; although the asset turnover was higher in the private banks, it was not sufficient to improve their efficiency.
Kata Kunci : Efisiensi bank, Bank Pemerintah, Bank Swasta, Perbankan