Laporkan Masalah

Evaluasi Keputusan Membuat atau Membeli pada produk setengah jadidi Tahun 2014 untuk Menghadapi Tantangan saat ini dan mewujudkan Rencana Strategi Perusahaa

I Gede W.Cakramurni (Adv.: Maliki Julian Hendrawan Rakhmanto S.E.,M.B.A), Maliki Julian Hendrawan Rakhmanto S.E.,M.B.A

2016 | Skripsi | S1 Accounting

Studi kasus ini menganalisis tentang situasi saat ini yang sedang dihadapi oleh PT. Krakatau Steel Persero sebagai salah satu perusahaan baja terbesar milik pemerintah mengenai ancaman eksternal yang sangat kuat sehingga memaksa PT. Krakatau Steel Persero melaksanakan kebijakan membuat-atau-membeli. Analisis kasus difokuskan pada perhitungan kos relevan yang mungkin muncul ketika membuat, membeli, ataupun gabungan dari keduanya dan dibandingkan untuk mendapatkan keputusan yang tepat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis lingkungan bisnis perusahaan, identifikasi kos relevan, perhitungan semua kos relevan yang ada, dan analisis sensitivitas pada keputusan membuat. Wawancara menjadi salah satu metode utama dan dilakukan pada bagian Supply Chain Improvement (SCI), Utilities & Energy Management (UEM), dan Management Accounting (MA) untuk membangun argumen dalam mendukung analisis perhitungan yang telah dilakukan.

Hasil studi kasus menunjukkan bahwa keputusan membeli yang dilaksanakan oleh PT. Krakatau Steel Persero sudah tepat. Namun, perlu diperhatikan bahwa keputusan membeli tidak boleh terlalu lama dikarenakan berpotensi untuk mengurangi keunggulan kompetitif dari PT. Krakatau Steel Persero. PT. Krakatau Steel Persero harus melakukan investasi dan mengubah struktur kos dari Pabrik DR dan Pabrik Slab untuk bisa bersaing secara jangka panjang dan lebih fokus terhadap apa yang ingin benar-benar untuk dicapai (satu tujuan bersama).

The study case analyse the current situation faced by PT. Krakatau Steel Persero as one of the biggest state owned steel company where the external threat is very strong that PT. Krakatau Steel Persero had to implement the make-or-buy decision. The case analysis was focused on the relevant cost calculation that might be occur when make, buy, or hybrid which each would be compared to produce the right decision. CompanyÂ’s environmental analysis, relevant cost identification, calculation of all relevant cost, and sensitivity analysis in decision to-make was used as the analysis method. The primary method was inquiry which was done to the Supply Chain Improvement Divison (SCI), Utilities & Energy Management Division (UEM), and Management Accounting Division (MA) to build the argument in supporting the calculation.

The result of the study case shown that the decision to-buy, which was already done by PT. Krakatau Steel Persero, was the most appropriate decision at that time. One thing to note that the decision to-buy should not be implemented for too long because it would potentially reduce the competitive advantage of PT. Krakatau Steel Persero. PT. Krakatau Steel Persero should invest more and restructuring the cost structure from Direct Reduction Plant and Slab Steel Plant which would enable PT. Krakatau Steel Persero to compete for long-term and stay focus to what PT. Krakatau Steel Persero really want to achieve (BHAG: Big Hairy Audacious Goal).

Kata Kunci : Keputusan membuat-atau-membeli, keputusan membuat atau membeli, pengambilan keputusan taktis, analisis sensitivitas, industri baja, tekanan eksternal, akuntansi manajemen, keputusan operasi, akuntansi manajemen strategis, Make-or-buy decision, make or buy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.