Analisis hubungan kebijakan hutang dan kepemilikan manajerial: pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan
Hindasah, Lela (Adv. Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA), Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA
Manakala kepemilikan terdistribusi secara luas menyebabkan pemilik
semakin tidak dapat melakukan kontrol yang efektif terhadap manajer yang mengelola perusahaan, aset perusahaan dapat digunakan untuk kepentingan manajer dari pada memaksimalkan kemakmuran pemegang saham. Teori keagenan menjelaskan beberapa mekanisme untuk mengontrol masalah keagenan antara manager dan pemegang saham. Beberapa literatur sebelumnya pada model keagenan memmjukkan bahwa kepemilikan saham oleh manajerial dan hutang memainkan peranan penting dalam menf,'Urangi konflik keagenan dan meningkatkan nilai perusahaan.
Penelitian ini menggunakan 2-SLS untllk: (I) Menjelaskan bagaimana kepemilikan manajerial dihubungkan dengan kebijkan hutang. Hasilnya mendukung argumen ballwa kepemilikan manajerial membantu memecallkan konflik keagenan antara pemegang saham ekstemal dan manajer. Selanjutnya penelitian ini juga menemukan efek substitusi monitoring antara kepemilikan manajerial dan kebijkan hutang. (2) Menjelaskan secara empiris hubungan antara mekanisme terseblilt dan kinerja perusahaan yang diukur dengan Tobin's Q. Hasilnya menemukan hubungan signiflkan antara kinerja perusahaan dan kepemilikan manajerial dan kebijakan hutang. Semakin besar kepemilikan manajerial dan hutang berhubungan positif dengan kinerja.
When shareholders are too diffuse.to monitor managers, corporate assets can be used for benefit of managers rather than for maximizing shareholders wealth. Agency theory suggests several mechanisms to control agency problem between managers and shareholders. Earlier literature on the agency model of the find widely recognizes that the use of managerial stock ownership and debt play an important role in limiting agency conflicts and enhancing firm performance.
This study uses 2 SLS methodology to examine: (1) how managerial
ownership relates to debt policy. The result supports the argument that managerial ownership helps to resolve the agency conflicts between external stockholders and managers. We further observe evidence of substitution monitoring effect between managerial ownership and debt policy. (2) the empirical relation between the mechanisms and firm performance as measured by Tobin's Q. The result found statistically significant relationships between firm performance and managerial ownership and debt policy. Greater managerial ownership and debt policy were positively related to performance.
Kata Kunci : kepemilikan manajerial, kebijakan hutang, kinerja perusahaan