Market timing dan struktur modal pada perusahaan manufaktur yang listed di Bursa Efek Jakarta
Hildanengsih, Sri (Adv. Dr. Erni Ekawati, MSA, MBA), Dr. Erni Ekawati, MSA, MBA
Penelitian ini menguji apakah perusahaan di Indonesia mengikuti filosofi market liming dalam struktur modalnya. Equity markel liming mengacu pada praktek menerbitkan saham pada harga yang tinggi (overvalued) dan membelinya kembali pada harga yang rendah (undervalued). Adarket liming theory menyatakan bahwa tidak ada struktm modal yang optimal karena struktur modal merupakan hasil kumulatif market timing dalam jangka panjang.
Perusahaan yang dijadikan sampel pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang telah lisled di Bursa Efek Jakarta sejak tahun 1990-1997. Perusahaan tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan tahun-tahun setelah IPQ.
Pengujian dilakukan dua kali. Pengujian pertama bertujuan untuk membuktikan pengaruh market-lo-book terhadap keputusan pendanaan oleh manajer. Pengujian kedua untuk membuk1ikan bahwa pengaruh tersebut persisten dalam jangka panjang. Penelitian ini menggunakan tangibilitas, profitabilitas, dan si::e sebagai variabel kontrol.
Hasil pengujian membuktikan bahwa markel-lo-book yang tinggi (overvalued) tidak selalu mempengaruhi manajer untuk menambah ekuitasnya karena markel-lo-book yang tinggi justru dimanfaatkan manajer untuk meningkatkan hutangnya. Pengaruh market-lo-book yang tinggi tersebut tidak persisten dalam jangka panjang.
This study examined effect of market timing to capital structure. Equity market timing refers to the practice of issuing shares at high prices (overvalued) and repurchasing at low prices (undervalued). There is no optimal capital structure, capital structure is accumulative outcome for past attempts to time the equity market timing. Two hypotesis are tested. First test to prove market-to-book influence manager to make financial decision which affects leverage. Second test to prove market to-book has persistent effect to leverage.
We do not find support for market-to-book affects manager's decision.
Managers do not increase equity when market-to-book is high (overvalued). On the other hand, they tend to increase debt when market-to-book is high (overvalued). We also do not find support forbistorical market-to-book has persistent effect to leverage. The fact is firms in Indonesia tend to increase debt even they have opportunity to increase equity through market timing.
Kata Kunci : market liming, struk1ur modal, overvalued, undervalued, market-to-book, persisten