Pengaruh likuiditas pada return saham di Bursa Efek Jakarta: perbandingan antara standar CAPM
Hidayah, Nuri Lesmono (Adv.: Dr. Suad Husnan, MBA), Dr. Suad Husnan, MBA
Penelitian ini menguji penerapan metode asset pricing di Bursa Efek Jakarta khususnya antara standard CAPM dengan extended CAPM-likuiditas. Pengujian dengan 150 sampel saham selama periode Juli 1998 - Juni 2003. Hasil pengujian standard CAPM maupun extended CAPM-likuiditas tidak secara konklusif mampu mendukung penerapan standard CAPM di BEI. Pada Bursa Efek Jakarta, hasil pengujian menunjukkan bahwa standard CAPM cenderung lebih sesuai untuk saham-saham dengan kategori likuid, extended CAPM cenderung lebih tepat digunakan untuk menilai saham-saham dengan kategori likuiditas sedang. Untuk saham-saham dengan kategori tidak likuid, hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua model tidak mampu menerangkan variabilitas retum dengan maksimal, dan masih ada faktor lain yang mempengaruhinya.
Untuk pengujian pengaruh ukuran perusahaan, dengan menggunakan metode extended CAPM-Iikuiditas teryata ukuran perusahaan secara umum tidak berpengaruh terhadap return saham. Hal ini mendukung hasil penelitian Datar et.al (1998) dan Liu (2004) yang menyatakan bahwa pengaruh ukuran perusahaan telah terakomodasi dalam faktor likuiditas.
This paper tries to compare implementation of standard CAPM and extended CAPM in Jakarta Stock Exchange in explaining stock return. Using trading turnover and day active proportion in a month as a measure of liquidity and using monthly data hetween July 1998 trough June 2003, the,finding is not conclusive. The result is quite interesting; both standard and extended CAPM can be used in Jakarta Stock Exchange, but in different stock characteristic. Stach with high liquidity are more appropriate using standard CAPM in explaining stock return. Stocks with medium liquidity are tending to use extended CAPM to be more powerful method in explaining stock return. Only turnover which is significant as a factor of liquidity, whereas day active proportion is not significant. This result is consistent with Hu (1997) and Datar et.al (1998) but not consistent with Bekaert et.al (2003). For the illiquid stocks, both of standard CAPM and extended CAPM is not the best model in explaining the stock return. Other result is that size anomaly in extended CAPM-liquidity is not significant; this result is consistent with Datar et.al (1998) and Liu (2004).
Keyword: standard CAPM, extended
Kata Kunci : standard CAPM, extended CAPM, likuiditas, turnover, standard CAPM, extended CAPM, liquidity