Laporkan Masalah

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketimpangan Distribusi Pendapatan Antar Kabupaten/ Kota Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2004-2013

Hestiani (Adv : Christiana Suparmi, Dra.,S.U.), Christiana Suparmi, Dra.,S.U.

2015 | Skripsi | S1 Economics

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan antar kabupaten/kota di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun 2004 – 2013. Alat analisis yang digunakan adalah Indeks Williamson, regresi data panel dengan Fixed Effect dan Tipologi Klassen.

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah; berdasarkan hasil analisis indeks Williamson diketahui bahwa, nilai rata-rata indeks Williamson relatif tinggi yaitu sebesar 0.44. Hal tersebut menunjukkan distribusi pendapatan di provinsi DIY timpang dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil estimasi dengan model Fixed Effect diketahui bahwa faktor yang signifikan mempengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Pengeluaran pemerintah. Sedangkan berdasarkan analisis tipologi Klassen diketahui bahwa Kota Yogyakarta termasuk klasifikasi daerah yang cepat maju dan cepat tumbuh, kabupaten Sleman termasuk dalam klasifikasi daerah yang berkembang cepat. Kabupaten Bantul, kabupaten Gunung Kidul dan kabupaten Kulon Progo termasuk dalam klasifikasi daerah yang relatif tertinggal

This study aims to analyze the factors which influence inequality of income distribution between regency and municipalities in the special region of Yogyakarta (DIY) on 2004 – 2013. Analysis tool used is Index Williamson, regression of panel data with fixed effect model and Typology Klassen.

Conclusion on this study are; based on the analysis of Williamson Indeks is known that average value of indeks Williamson relatively high at 0.44. It show the distribution of income in the province of DIY lame and tend to increase from year to year. Based on the estimation of fixed effect model that significant factor affecting the distribution of income inequality is the Gross Domestic Product (GDP) and government expenditure. While, based on the analysis of typology Klassen is known that the City of Yogyakarta, including classification an area that high growth and high income, Sleman regency included in area that high growth but low income. Bantul regency, Gunung Kidul regency and Kulon Progo regency included in the classification of low growth and low income.

Kata Kunci : Ketimpangan distribusi pendapatan, Indeks Williamson, Tipologi Klassen, Inequality of income distribution, Williamson Index, Typology Klassen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.