Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Tingkat Kesediaan penggabungan Usaha Kantor Akuntan Publik di Indonesia
Heryanto S. Gani (Adv.Dr. Ainun Na'im, MBA, Ak), Dr. Ainun Na'im, MBA, Ak
1997 | Skripsi | S2 Accounting
Dalam era globalisasi, yang memungkinkan kantor akuntan publik asing berusaha sendiri di Indonesia, maka diprediksikan bahwa persaingan dalam bisnis akuntan publik, seperti juga halnya pada bisnis lainnya, akan menjadi semakin tajam dan meningkat. Memperhatikan kondisi kantor akuntan publik di Indonesia dewasa ini yang sebagian besar masih berskala kecil dan berbentuk usaha sendiri, maka telah timbul gagasan pemikiran mengenai penggabungan usaha antar kantor akuntan publik. Dengan penggabungan usaha diharapkan kantor akuntan publik akan menjadi lebih kuat dan meningkat dalam bidang permodalan, pengelolaan, kualitas (mutu) kerja, serta pelayanan mereka terhadap klien, sehingga diharapkan akan meningkatkan reputasi kantor akuntan publik bersangkutan dan akan lebih meningkatkan lagi kepercayaan masyarakat pengguna jasa akuntan publik. Penelitian ini bertujuan utama untuk menguji pengaruh faktor internal dan eksternal yang diprediksikan mempengaruhi kesediaan penggabungan usaha antar kantor akuntan publik di Indonesia. Sample frame berdasarkan Directory Ikatan Akuntan Indonesia - Kompartemen Akuntan Publik tahun 1996 yang memuat 414 kantor akuntan publik, kuesioner yang efektif dikirim sejumlah 383 kuesioner, jawaban kuesioner yang kembali dari "responden tepat waktu" sebanyak 116jawaban, sample efektif yang digunakan dalam penelitian sebanyak 84 observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan basil analisa terhadap pengujian hipotesis dengan metode regresi berganda (multiple regression), maka variabel bebas yaitu faktor-faktor: permodalan, wewenang, pendapatan bersih, historis (management style), kualitas (mutu) kerja, dan persaingan) secara serempak terbukti ada pengaruh yang signifikan terhadap variabel tidak bebas (faktor kesediaan penggabungan usaha), dengan nilai R Square sebesar 0,75085 atau 75,1%. Penelitian ini mengandung keterbatasan keterbatasan penelitian seperti keterbatasan mengenai periode dari sample frame, aspek penelitian, dan metode pengumpulan data Penelitian ini memerlukan beberapa kali lagi penelitian lanjutan yang lebih komprehensif untuk memperoleh hasil yang layak untuk sebagai masukan dan dasar tindakan.
The globalization results in a stiffer international competition. Domestic (Indonesian) accounting firms can not get rid of this challenge because foreign accounting firms will be able to provide accounting services in Indonesia without an Indonesian partner. The condition of accounting firms that are small in size may require them to merge one with another to increase their capacity and quality. However, the willingness of the accounting firms to merge is still a controversial issue. The primary objective of this research is to empirically test the influence of internal and external factors to the willingness of accountant public firms business combination in Indonesia. The sample frame based on Indonesian Institute of Accountants Directory - Accountant Public Compartement 1996 which contains 414 public accountant firms, the effective questionnaires sended to respondents were 383 questionnaires, the answers from "on time respondents" were 116 answers, the samples used in the research were 84 observations. Base on the analysis of hypotesis testing use multiple regression method, result findings prove that the internal factors as: capital, authority, net income, history (management style), quality, and external factor that is competition, have significant influence to the willingness of accountant public firms business combination. The R Square shows 0,7508 or 75, 1%. This research has several limitations such as: the period of sample frame, research aspects, and data collection method. This research needs several another advanced comprehensive researches to find the fair results for input and action.
Kata Kunci : Kesediaan penggabungan usaha, permodalan, wewenang, pendapatan bersih, historis (management style), kualitas kerja, persaingan.