ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR PAKAIAN JADI INDONESIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STRATEGI PEMASARAN EKSPOR
Herry Marijo (Adv : Drs.Marwan Asri, M.B.A.), Drs.Marwan Asri, M.B.A.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor
dominan yang mempengaruhi ekspor pakaian jadi Indonesia,
dan sekaligus ingin mengetahui sejauh mana faktor-faktor
tersebut mempengaruhi. Hal ini sangat penting diketahui
untuk merumuskan strategi pemasaran ekspor.
Berdasarkan tujuan tersebut di atas, sample yang dipilih ialah negara-negara yang selama tahun 1975-1991
melakukan impor pakaian jadi secara terus menerus dari Indonesia dengan berat minimal 125 ton. Negara yang terpilih sebagai sample adalah kawasan Amerika yaitu Amerika Serikat, kawasan Eropa yaitu Inggris, kawasan Pasific yaitu Australia dan kawasan Asia yaitu Singapura.
Alat analisis yang digunakan analisis kuantitatif dan
kualitatif. Analisis kuantitatif berupa analisis regresi
yang diterapkan negara per negara dengan pertimbangan setiap negara mempunyai kekhasan yang berbeda-beda. Sedangkan analisis kualitatifnya adalah analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk negara-negara
kuota, pendapatan per kapita, nilai tukar mata uang dan
harga berpengaruh positip terhadap ekspor, sedangkan kuota
berpengaruh negatip, sementara itu jumlah penduduk tidak
berpengaruh terhadap ekspor. Di negara non kuota pendapatan
per kapita, nilai tukar mata uang, harga dan jumlah
penduduk berpengaruh positip terhadap volume ekspor.
Tj,ngkat kepekaan masing-masing variabel ataupun besarnya
R berbeda-beda untuk setiap negara, yang berarti memang
setiap negara mempunyai kekhasan yang berbeda-beda. Analisis SWOT menjelaskan bahwa industri pakaian jadi Indonesia cukup mempunyai potensi untuk berkembang dan bersaing di pasar internasional hal ini dapat dilihat dari kekuatan-kekuatan yang dimiliki serta peluang yang ada. Kemampuan bersaing yang menonjol dapat dilihat dari perkembangan pangsa pasar luar negeri yang selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Implikasi dari hasil penelitian ini terhadap kebijaksanaan
strategi pemasaran ekspor ialah, industri pakaian jadi Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan
Indonesia (API) di waktu yang akan datang untuk negara
kuota dapat diterapkan strategi stabilitas (Glueck dan
Jauuh) dengan menekankan pada strategi differensiasi (Michael E.Porter), sedangkan untuk negara non kuota dapat
diterapkan strategi ekspansi (Glueck dan Jauch) dengan
menekankan pada strategi keunggulan biaya menyeluruh (Michael E.Porter). Sedangkan apabila dikaitkan dengan
strategi yang dikemukakan oleh Joseph V.Guiltinan dan Gorden W.Paul maka strategi yang lebih cocok diterapkan
secara keseluruhan ialah strategi kombinasi antara
"strategi negara tujuan dengan strategi internasional regional".
Kata Kunci : Ekspor, Indonesia, Strategi Pemasaran