Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR PAKAIAN JADI INDONESIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STRATEGI PEMASARAN EKSPOR

Herry Marijo (Adv : Drs.Marwan Asri, M.B.A.), Drs.Marwan Asri, M.B.A.

1993 | Tesis | S2 Management

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor

dominan yang mempengaruhi ekspor pakaian jadi Indonesia,

dan sekaligus ingin mengetahui sejauh mana faktor-faktor

tersebut mempengaruhi. Hal ini sangat penting diketahui

untuk merumuskan strategi pemasaran ekspor.

Berdasarkan tujuan tersebut di atas, sample yang dipilih ialah negara-negara yang selama tahun 1975-1991

melakukan impor pakaian jadi secara terus menerus dari Indonesia dengan berat minimal 125 ton. Negara yang terpilih sebagai sample adalah kawasan Amerika yaitu Amerika Serikat, kawasan Eropa yaitu Inggris, kawasan Pasific yaitu Australia dan kawasan Asia yaitu Singapura.

Alat analisis yang digunakan analisis kuantitatif dan

kualitatif. Analisis kuantitatif berupa analisis regresi

yang diterapkan negara per negara dengan pertimbangan setiap negara mempunyai kekhasan yang berbeda-beda. Sedangkan analisis kualitatifnya adalah analisis SWOT.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk negara-negara

kuota, pendapatan per kapita, nilai tukar mata uang dan

harga berpengaruh positip terhadap ekspor, sedangkan kuota

berpengaruh negatip, sementara itu jumlah penduduk tidak

berpengaruh terhadap ekspor. Di negara non kuota pendapatan

per kapita, nilai tukar mata uang, harga dan jumlah

penduduk berpengaruh positip terhadap volume ekspor.

Tj,ngkat kepekaan masing-masing variabel ataupun besarnya

R berbeda-beda untuk setiap negara, yang berarti memang

setiap negara mempunyai kekhasan yang berbeda-beda. Analisis SWOT menjelaskan bahwa industri pakaian jadi Indonesia cukup mempunyai potensi untuk berkembang dan bersaing di pasar internasional hal ini dapat dilihat dari kekuatan-kekuatan yang dimiliki serta peluang yang ada. Kemampuan bersaing yang menonjol dapat dilihat dari perkembangan pangsa pasar luar negeri yang selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Implikasi dari hasil penelitian ini terhadap kebijaksanaan

strategi pemasaran ekspor ialah, industri pakaian jadi Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan

Indonesia (API) di waktu yang akan datang untuk negara

kuota dapat diterapkan strategi stabilitas (Glueck dan

Jauuh) dengan menekankan pada strategi differensiasi (Michael E.Porter), sedangkan untuk negara non kuota dapat

diterapkan strategi ekspansi (Glueck dan Jauch) dengan

menekankan pada strategi keunggulan biaya menyeluruh (Michael E.Porter). Sedangkan apabila dikaitkan dengan

strategi yang dikemukakan oleh Joseph V.Guiltinan dan Gorden W.Paul maka strategi yang lebih cocok diterapkan

secara keseluruhan ialah strategi kombinasi antara
"strategi negara tujuan dengan strategi internasional regional".

Kata Kunci : Ekspor, Indonesia, Strategi Pemasaran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.