Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KELEBIHAN KAS PADA PEMERINTAH DAERAH (Studi Kasus Di Pemerintah Kota Yogyakarta)

HERMAN, Prof. Dr. Abdul Halim, MBA.,Ak

2009 | Tesis | S2 Magister Accountancy

Adanya otonomi daerah memungkinkan pemerintah daerah untuk lebih leluasa untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Salah satu yang diatur di dalamnya adalah terkait dengan pengunaan atau pemakaian kas. Dalam membiayai kegiatan, hampir di setiap pemerintah daerah mengalami kelebihan kas.

Pada umumnya, pemerintah di daerah memiliki dana atau kas yang lebih dalam membiayai kegiatannya. Dalam penulisan yang dilakukan oleh Soedira (2008) di daerah Kabupaten Wonogiri menyatakan bahwa BPKD menyimpan kelebihan kasnya banyak digunakan untuk melakukan investasi di lembaga keuangan seperti perbankan khususnya Bank Jateng. Tindakan BPKD tersebut menyebabkan pendapatan jasa giro/deposito secara langsung berdampak kepada penambahan PAD Kabupaten Wonogiri.

Penggunaan dan pengelolaan kas di pemerintah daerah sering terjadi kelebihan dana/kas. Pengaturan kelebihan kas dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan yang baik, tidak terkecuali Pemerintah Kota Yogyakarta selalu mengalami kelebihan kas dalam pengunaan dan pembiayaan kegiatan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kelebihan kas yang ada di Pemerintah Kota Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan penulisan ini, maka alat analisis yang digunakan adalah analisis faktor dengan jenis analisis faktor eksploratif (Exploratory Factor Analysis-EFA)

Local autonomy enables local government to government more spatially and administer its own household. Cash use is one of those which are administered. When funding certain activity, almost each local government has over-cash.

In general, local government has more treasuries in funding certain programs. According to Soediro (2008), in his research, BPKD which saves over-cash dedicates the cash to invest in financial agencies like banking especially Jateng (Central Java) Bank in Wonogiri Regency. This action gives income of gyro service/deposit and directly gives more PAD in Wonogiri Regency.

Over-cash often occurs in local government. Over-cash management can be performed according to good principle of financial management. In this sense, Yogyakarta City often has over-cash after realizing any programs. This study aims to find out factors which cause over-cash in Yogyakarta City Government. Analysis tool employed is Exploratory Factor Analysis/EFA to attain the aim.

Kata Kunci : Kas, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota Yogyakarta, Analisis Faktor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.