Laporkan Masalah

Peningkatan Produktivitas Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan Makanan: Analisis Modal Perdagangan Global dengan Efek Multi Pasar dan Penyebaran Teknologi.

HERIQBALDI, UNGGUL (Adv.: Soetatwo Hadiwigeno, Dr., M.A.), Soetatwo Hadiwigeno, Dr., M.A.

2015 | Tesis | S2 Economics

Semakin pentingnya peran teknologi dalam upaya peningkatan produktivitas sector-sektor ekonomi telah mendorong berbagai negara untuk meningkatkan kemampuan teknologi melalui aktivitas penelitian dan pengembangan. Upaya peningkatan produktivitas ini diantaranya dilakukan di sektor pertanian. Secara teoritis, peningkatan teknologi di suatu sektor pada negara tertentu akan memberikan dampak pada kinerja pasar pada sektor yang sama di negara lainnya, atau disebut dengan efek multi pasar. Pada dimensi lainnya, peningkatan teknologi di suatu sektor tertentu juga akan berpengaruh pada pasar barang lainnya yang memiliki keterkaitan ke depan maupun ke belakang. Penelitian ini mencoba untuk menghitung dampak pada dua dimensi tersebut yaitu, dimensi wilayah dan sektoral. Penelitian ini dianalisis melalui pendekatan keseimbangan umum (general equilibrium). Model yang digunakan adalah model keseimbangan umum GTAP (global Trade Analysis Project) dengan melalui agregasi wilayah menjadi 7 wilayah termasuk Indonesia dan sektoral menjadi 4 sektor utama dengan menggunakan 8 skenario. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan teknologi di sektor pertanian ketika muncul hambatan bagi teknologi untuk menyebar ke wilayah lain memberikan kontribusi yang relatif cukup besar bagi kesejahteraan domestik. Namun demikian, penyebaran peningkatan teknologi menyebabkan keuntungan kesejahteraan domestic mengalami penurunan. Keadaan ini berpengaruh pada semakin kecilnya penerimaan pemilih faktor produksi di sektor pertanian. Hal ini mendorong beralihnya faktor produksi tersebut pada sektor lain yang dianggap mampu memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi. pada aspek perdagangan, peningkatan teknologi mampu menekan tingkat impor dan mendorong ekspor komoditi pertanian. Selanjutnya, secara umum ketertinggalan teknologi menyebabkan seluruh wilayah mengalami kerugian terutama pada kinerja sektor pertanian, seperti pada tingkat output dan penerimaan bagi pemilik faktor produksi di sektor ini. Meskipun secara teoritis, sector pertanian memiliki keterkaitan langsung dengan industri pengolahan makanan , peningkatan produktivitas tenaga kerja di industri makanan hanya memiliki pengaruh yang kecil pada kinerja sektor pertanian Pada aspek konvergensi output, peningkatan teknologi yang disertai dengan adanya penyebaran, memperlihatkan kecenderungan konvergensi di antara berbagai wilayah. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan output yang lebih tinggi di negara-negara berkembang dibandingkan dengan negara maju.

Increasing roles of technology in improving various sectors productivity have made some countries rise their technology capability through research and development activities. One of this effort is conducted in agricultural sector. Theoretically, increasing technology in one sector in certain country will affect market performance on the same commodities in other countries, this phenomenon is known as multi market effect. In the other dimension, increasing technology also influence other sectors which have both forward and backward link. This research tries to calculate the impact of technology advance in agricultural and food manufacturing in those two

dimension above. This research is analyzed by using general equilibrium approach. A Global Trade Analysis Project (GTAP) model was employed with seven regional and four sectors aggregation. This research also built eight scenarios to accommodate the research aims. The research result showed that agricultures technological advance-- when there are spillover barriers-have relatively high contributions to the domestic welfare. Nevertheless, technological spillover has made domestic welfare's gain reduced. Such condition reduced factor owners' income, which in turn, forced them to transfer their resources into other sector which give a better return. In the trade aspect, technological advance was able to reduce import and induce export of agricultural commodities. Furthermore, falling behind technology caused all of the countries suffer from poor agricultural output level and low return for factor owners. Although theoretically agricultural sector and food manufacturing industry had a direct linkages, increasing labor productivity in food manufacturing industry have a little effect to the agricultural sector performance. The research also found that there was an output convergence within countries, especially when technological spillover taken place. this is shown by a higher increase in developing countries output compared to that of developed countries.

Kata Kunci : Sektor Pertanian, Penyebaran teknologi, Model Perdagangan Bebas, Efek Multi pasar, Agricultural Sector, Global Trade Model, Multi Market Effect, Technology Spillover.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.