Analisis Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Kantor Tata Usaha Anggaran (KTUA) Yogyakarta
HERAWATI, SHYLVIA (Pembimbing : Dra. Diah Retno.W., MBA), Dra. Diah Retno.W., MBA
2001 | Skripsi | S1 Extention - Management
Budaya dalarn kehidupan suatu organisasi, diantaranya rnernpunyai fungsi sebagai identitas perusahaan (organizational identity), rnerupakan kepribadian (personality) dan perasaan (feel) dari suatu organisasi yang akan rnernbedakannya dengan organisasi lain. Suatu organisasi yang rnenyadari bahwa surnber daya rnanusia sebagai pusat dari suatu organisasi, harus tanggap terhadap kecocokan rnaupun ketidakcocokan karyawan terhadap budaya organisasi dirnana hal ini dapat diketahui dari persepsi karyawan terhadap budaya organisasinya.
Kecocokan ataupun ketidakcocokan ini akan sangat berpengaruh terhadap kinerja dan kepuasan kerja karyawan. Tercapainya kepuasan kerja akan rneningkatkan rnutu pelayanan, karena para karyawan rnelakukan tugas dengan baik dan tulus pekerjaan yang rnenjadi tanggung jawabnya, sehingga akan berdarnpak pada tingkat absensi, kinerja karyawan, keterlarnbatan kerja dan waktu-waktu luang yang ada.
Tujuan dari penelitian adalah untuk rnengetahui tipe budaya organisasi yang dorninan di salah satu instansi Departernen Keuangan, yaitu Kantor Tata Usaha Anggaran (KTUA) Yogyakarta, dan apakah terdapat perbedaan tingkat kepuasan kerja diantara pegawai yang rnerniliki status jabatan berbeda
Disarnping itu apakah budaya organisasi yang dorninan di KTUA Yogyakarta rnerniliki korelasi dengan tingkat kepuasan kerja pegawai.
Untuk rnengetahui hal tersebut, rnaka dalarn penelitian ini penulis rnendasarkan diri pada teori Wallach (1983), yang rnengidentifikasikan budaya organisasi ke dalarn tiga tipe, yaitu: birokratis, inovatif dan suportif, dengan setiap jenis budaya dirinci dan diwakili ke dalarn delapan kata sifat, dirnana keduapuluh ernpat kata sifat ini oleh Wallach disebut Organizational CultureIndex (OCI) dan instrumen Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja.
Dari hasil analisis deskriptif terhadap OCI, budaya birokratis terbukti dominan di KTUA Yogyakarta dibandingkan dengan kedua tipe budaya yang lain, walaupun perbedaan presentase diantara ketiganya tidak terlalu jauh, yang berati bahwa kedua tipe budaya yang lain (inovatif dan suportif) juga mempunyai potensi untuk dikembangkan. Dengan demikian hipotesa pertama dari penelitian ini dapat diterima. Hal ini sesuai dengan teori Gilmer (1977), bahwa organisasi pemerintah cenderung bertipe birokratis dengan ciri kekuasaan terpusat, ekonomi terencana, penekanan bukan pada kemampuan personal staf, kekakuan dan tegas. Melalui pengujian beda dua mean (uji t) hipotesa kedua dalam penelitian ini juga dapat diterima dimana kepuasan kerja pelaksana lebih besar daripada kepuasan kerja struktural.. Walaupun demikian, rentang tingkat kepuasan kerja minimum dan maksimum pada level pelaksana lebih kecil dibandingkan tingkat kepuasan kerja pada level struktural. Hasil pengujian dengan korelasi parsial dan regresi sederhana membuktikan bahwa tipe budaya birokrasi mempunyai kontribusi yang signifikan dalam memprediksi kepuasan kerja dan mempunyai koefisien regresi negatif, artinya semakin kuat dominasi budaya birokratis, kepuasan kerja pegawai KTUA Yogyakarta akan menurun secara signifikan. Ini berarti hipotesa ketiga terbukti yaitu budaya birokratis yang dominan dapat menurunkan kepuasan kerja pegawai di KTUA Yogyakarta.
-
Kata Kunci : Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja