Laporkan Masalah

Analisis Penerapan Pengendalian Internal Kepatuhan, Good Corporate Governance pada Pengelolaan Aset Tetap Perusahaan Pruduction Sharing Contract(studi Kasus di PT. Chevron Pacific Indonesia Wilayah Operasi Sumatra)

HERA EKA PUTRI, Dr. Eko Suwardi, M.Sc.

2010 | Tesis | S2 Magister Accountancy

Industri minyak dan gas bumi merupakan sebuah industri dengan kompleksitas operasional tinggi yang membutuhkan modal besar, waktu yang relatif panjang, teknologi tinggi, dan sarat risiko. PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) adalah salah satu KKKS multinasional berasal dari Amerika Serikat yang melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Indonesia dengan sistem kontrak bagi hasil produksi (Production Sharing Contract). PT CPI mempunyai kewajiban untuk melaporkan aset-aset KKKS yang dikelolanya ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan verifikasi secara berkala oleh BPMIGAS yang berfokus pada pemeriksaan aset tetap. Temuan BPMIGAS yang diperoleh dari hasil pemeriksaan aset tetap tersebut adalah masih banyaknya aset tetap yang dikategorikan sebagai aset tetap yang tidak ditemukan (Unfound Assets).

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi proses dan dokumen pengelolaan aset tetap dan wawancara mendalam menggunakan kuesioner pengendalian internal COSO untuk memperoleh temuan investigasi kasus dan menganalisis temuan tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen lingkungan pengendalian yang diterapkan sudah sangat memadai, komponen penilaian risiko berada pada kategori memadai, aktivitas pengendalian yang sudah ada berada pada kategori cukup memadai, informasi dan komunikasi yang sangat memadai, dan komponen pemantauan yang memadai. Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian internal juga memiliki keterbatasan. Untuk kasus ini, keterbatasan yang paling dominan adalah kemacetan (breakdowns) yang faktor terbesarnya disebabkan oleh manusia sebagai inti dari pengendalian internal itu sendiri. Kemacetan dapat disebabkan oleh kurangnya komitmen personil, salah mengerti dalam intruksi, atau melakukan kesalahan karena kecerobohan, kebingungan, atau kelelahan. Dalam audit terdapat risiko pengendalian, yaitu pengendalian internal yang diterapkan tidak dapat menjamin tidak terjadinya risiko dalam operasional proses bisnis.

Oil and natural gas industry operates with high operational complexity that requires large capital, relatively long time, high technology, and full of risk. PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) is one of multinational KKKS from the United States that conduct exploration activities and exploitation of oil and gas in Indonesia with the system of production sharing contract . PT CPI has an obligation to report the assets they managed to BPMIGAS, and followed up with inspection and verification BPMIGAS periodically by focusing on the examination of fixed assets. BPMIGAS findings obtained from the examination of the fixed assets are still many fixed assets are classified as unfound assets .

This research is a qualitative research with case study approach. Data collection using the method of observation and document management processes of fixed assets and in-depth interviews using a questionnaire with the COSO internal control personnel at the Department of Internal Control and Compliance, Department of Asset and Project Accounting (A&PA) to obtain the findings of case investigations and analyze findings.

The results showed that the environmental component of the control environment is very adequate, the risk assessment component is in proper categories, the activities of existing controls are adequate in this category, information and communication are very adequate, and adequate monitoring component. These results indicate that the internal control also has limitations. For this case, the limitations of the most dominant is the breakdowns which the biggest factor is caused by humans as the core of the internal control itself. Breakdowns can be caused by a lack of commitment of personnel, misunderstood the instructions, or make mistakes because of carelessness, confusion, or fatigue. There is a risk in the audit control, internal control applied cannot guarantee no occurrence of operational risks in business processes.

Kata Kunci : internal control, compliance, good corporate governance, COSO integrated framework 1992, SOX 404, Production Sharing Contract, internal control for fixed assets, Pengendalian internal aset tetap, Pengendalian internal, kepatuhan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.