Laporkan Masalah

Analisis Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pedesaan dan Perkotaan diWilayah Eks Karesidenan Surakarta

Henry Sarnowo (Pemb : Drs. Akhmad Makhfatih, MA), Drs. Akhmad Makhfatih, MA

2003 | Tesis | S2 Economics

Penelitian ini bertujuan, pertama, untuk mengukur besarnya pengaruh luas obyek pajak tanah, luas obyek pajak bangunan, harga obyek pajak tanah, harga obyek pajak bangunan, jumlah obyek pajak yang terkena pajak (Jumlah SPPT yang diterbitkan), dan lokasi kecamatan (dummy variable) terhadap potensi Pajak Bumi dan Bangunan sektor pedesaan dan perkotaan; kedua, untuk mengukur besarnya pengaruh potensi Pajak Bumi dan Bangunan, Produk Domestik Regional Bruto, dan tunggakan pajak terhadap realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan sektor pedesaan dan perkotaan.

Daerah yang menjadi obyek penelitian adalah 115 kecamatan dari seluruh kecamatan (123 kecamatan) di wilayah eks Karesidenan Surakarta, karena kurang lengkapnya data di 8 kecamatan yang lainnya. Data yang terkumpul dianalisis dengan Ordinary Least Squares (OLS) pada 2 (dua) persamaan recursive model, dan I (satu) persamaan reduced form.

Hasil analisis menunjukkan bahwa luas obyek pajak bangunan, harga obyek pajak tanah, harga obyek pajak bangunan, jumlah obyek pajak yang terkena pajak, dan dummy lokasi kecamatan secara signifikan mempunyai pengaruh positif terhadap potensi Pajak Bumi dan Bangunan di setiap kecamatan di wilayah eks Karesidenan Surakarta, sedangkan luas obyek pajak tanah tidak mempunyai pengaruh secara signifikan. Potensi Pajak Bumi dan Bangunan dan Produk Domestik Regional Bruto secara signifikan mempunyai pengaruh positif terhadap realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di setiap kecamatan di wilayah eks Karesidenan Surakarta, sedangkan tunggakan pajak secara signifikan mempunyai pengaruh negatif

The objective of this research was, first, to measure influence of land square, building square, land price, building price, number of taxable object, and location of sub-county (dummy variable) on potency of Property tax in rural and urban sector; second, to measure influence potency of property tax, gross regional domestic product (PDRB), and tax arrears on realization of Property tax revenue in rural and urban sector.

The research areas were 115 sub-counties of all sub-counties (123 sub¬counties) of ex-Surakarta Residency, because there were uncompletly data in the others. Data were analyzed by Ordinary Least Squares (OLS) method on two equation of recursive model and one reduced form equation.

The result of this research showed that building square, land price, building price, number of taxable object, and location of sub-county had significant positive influence on potency of property tax in rural and urban sector of ex-Surakarta Residency, but land square did not. Potency of property tax and gross regional domestic product (PDRB) had significant positive influence on realization of property tax revenue in rural and urban sector of ex-Surakarta Residency, but tax arrears had significant negative influence.

Kata Kunci : Pajak, Karesidenan Surakarta, Penerimaan Pajak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.