Elastisitas Permintaan Jasa Transportasi Kereta Api Argo Lawu Terhadap Tarif Jasa Transportasi Pesawat Terbang Koridor Yogyakarta - Jakarta
Helena Widyawati (Adv: Dra. Sarie Winahjoe, MBA.), Dra. Sarie Winahjoe, MBA.
2000 | Skripsi | S1 Extention - Management
Ide dasar pertehtian berawal dari permasalahan yang ditemukan penulis pada saat menjadi supervisor kereta api Argo Lawu. Banyak penumpang yang merasa belum puas dengan pelayanan yang diberikan Kereta Api Argo Lawu. Hal ini kemudian diteliti dan hasil penelitian menunjukan tingkat kepuasan penumpang terhadap pelayanan kereta api Argo Lawu adalah netral atau biasa-biasa saja (Suryanto, 1999).
Sernentara di sisi lain kinerja yang ditunjukkan kereta api ini menunjukkan prestasi yang dianggap bogus oleli pihak manajemen PT. Kereta Api (Persero), ditunjukkan dengan occupation rate rata-rata yang tinggi sebesar 90% pada April 1998 hingga maret 2000. (Occupation rate minimal untuk mencapai BEP hanya 60%). Dugaan yang dikembangkan dikaitkan dengan krisis ekonomi di mana terjadi penurunan nilai tukar rupiah terhadap US dollar yang mengakibatkan sektor riil termasuk sektor transportasi mengalami pengurangan jumlah armada siap operasi akibat harga suku cadang (yang harus import) mengalami kenaikan harga dan terjadinya penurunan daya beli masyarakat. Beberapa perusahaan transportasi harus menutup usahanya karena tidak mampu lagi menutup biaya operasinya. Sernentara itu transportasi udara diwarnai dengan penyesuaian tarif untuk menutup defisit operasi. Hal tersebut diduga menjadi penyebab terjadinya perpindahan penumpang dari pesawat terbang ke kereta api kelas Argo.
Untuk menguji kebenaran dugaan tersebut maka penulis melakukan penelitian dengan menggunakan alat uji constan elasticity model guna mengetahui apakab benar secara empiris kenaikan tarif pesawat terbang koridor Yogyakarta - Jakarta berpengaruh secara significant terhadap permintaan kereta api Argo Lawu. Maka disusun hipotesis sebagai berikut elastisitas permintaan jasa transportasi kereta api Argo Lawu terhadap tarif jasa transportasi pesawat terbang koridor Yogyakarta - Jakarta significant
Dengan menggunakan data tarif pesawat yang beriaku sejak tanggal 27 Oktober 1997 hingga saat ini dan data jumlah penumpang Argo Lawu mingguan (guna menghindari efek peak day) maka diperoleh model elastisitas konstan Yi = 363,08X,⁰¹⁰⁵, dan dengan confident level 95% uji dua ekor, signifikan t yang diperoleh sebesar 5,3%. Artinya elastisitas permintaan jasa transportasi kereta api Argo Lawu terhadap tarif jasa transportasi pesawat terbang koridor Yogyakarta - Jakarta tidak significant. Kepekaan perubahan tarif pesawat terbang koridor Yogyakarta - Jakarta terhadap permintaan mingguan kereta api Argo Lawu hanya sebesar 0,105%. Artinya setiap 1% kenaikan tarif jasa transportasi pesawat terbang koridor Yogyakarta - Jakarta mengakibatkan kenaikan perrnintaan mingguan jasa transportasi kereta api Argo Lawu sebesar 0,105%. Berdasarkan hasil perielitian ini tingginya occupation rate KA Argo Lawu tidak disebabkan oieh kenaikan tarif pesawat terbang koridor Yogyakarta - Jakarta. Untuk segmen yang dilayani Argo Lawu saat ini, jasa transportasi pesawat terbang koridor Yogyakarta - Jakarta bukan merupakan produk subtitusi yang berarti.
Saran yang diberikan bagi manajemen PT. Kereta Api guna mengelola permintaan yang tinggi adalah pertama konsentrasi pada segmen yang sekarang dilayani dengan memperbaiki variabel pelayanan sekaligus waspada pada pesaing potensial yaitu penyedia jasa transportasi udara yang saat ini ada meiayani rute Yogyakarta - Jakarta jika melakukan penetrasi pasar dan adanya penyedia jasa baru (baik bis maupun pesawat udara) dengan menawarkan harga bersaing dan kualitas lebih baik. Kedua penambahan frekwensi perjalanan atau kapasitas maksimal daya tarik lokomotif saat peak day sesuai kemampuan sumber daya perusahaan. Ketiga jika kemampuan sumber daya terbatas maka prioritaskan mereka yang sering menggunakan jasa KA Argo Lawu dan kurangi jumlah permintaan dengan menaikkan tarif dan meningkatkan kualitas pelayanan sesuai harapan konsumen. Tujuannya adalah ukuran permintaan yang optimal sehingga pengelolaannya lebin efektif dan efisien.
Kata Kunci : permintaan jasa transportasi, tarif jasa transportasi