Laporkan Masalah

Perubahan Reaksi Pasar Terhadap Laporan Keuangan Auditan Desember dan Non-Auditan Maret d Bursa Efek Jakarta antara tahun 1994 dan 1996

Hein G. Suryaatmadja (Adv : Dr.Ainun Na'im, MBA,Ak), Dr.Ainun Na'im, MBA,Ak.

1997 | Tesis | S2 Accounting

Penelitian ini mengukur perubahan dalam reaksi pasar pada Bursa Efek Jakarta (BEJ) antara tahun 1994 dan tahun 1996 sebagai suatu replikasi yang dimodifikasi dari penelitian sebelumnya yang dilaksanakan oleh Hanafi (1996) dan Husnan et al. (1996) mengenai dampak dari laporan keuangan auditan (Desember) atas Varians Imbalan Sekuritas/Security Return Variability (SRV) dan Kegiatan Volume Perdagangan/ Trading Volume Activity (TVA) dibandingkan dengan laporan keuangan non-auditan (Maret). Htisnan et al. (1996) membandingkan laporan keuangan Desember dengan laporan. keuangan Maret tahun berikutnya sedangkan Hanafi (1996) membandingkan dampak laporan keuangan Maret dan Desember dari tahun yang sama. Kedua

penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari BEJ antara 1991 -1994.

Dalam tahun-tahun itu standar akuntansi yang diterapkan untuk menyusun dan menyajikan laporan keuangan di Itidonesia adalah Prinsip Akuntansi Indonesia (PM), standar auditing yang digunakan untuk melaksanakan audit adalah Norma Pemeriksaan Akuntan (NPA). Disamping itu setiap akuntan yang terdaftar pada register Negara diperbolehkan untuk mengaudit perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEJ.

Dalam tahun 1994 untuk menyongsong globalisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAD menetapkan standar akuntansi baru, Standar Akuntnasi Keuangan (SAK) dan standar auditing, Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Standar-standar baru itu wajib diterapkan pada tanggal 1 Januari 1995. Di samping itu, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dalam tahun 1995 mewajibkan akuntan publik memenuhi persyaratan tertentu untuk diperbolehkan mengaudit laporan keuangan dari perusahaan yang terdaftar di BEJ sebagai pendahulu persyaratan sertifikasi umum yang dimulai dalam bulan September 1997. Dalam bulan Mei 1995 aktivitas perdagangan saham di BEJ diotomatisasi. Berhubung perbedaan tersebut di atas teijadi pada saat-saat yang berbeda dalam tahun 1995, tahun tersebut dilewati dari penelitian ini karena dampak perubahan tersebut mempengaruhi tahun 1995 secara tidak merata. Tahun 1996 dipilih untuk mengamati dan mengukur dampak dari perubahan dalam keadaan yang dapat mempengaruhi reaksi pasar dibandingkan dengan sebelum perubahan dalam keadaan dalam tahun 1994. Diharapkan bahwa terjadi perubahan dalam pola reaksi pasar (SRV dan TVA) dalam tahun 1996 dibandingkan dengan tahun 1994 yang disebabkan oleh perubahan keadaan tersebut diatas.

Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah :

1. Laporan keuangan auditan (Desember) adalah lebih berbobot dibandingkan dengan laporan keuangan non-auditan (Maret).

2. Pola reaksi pasar (SRV dan TVA) dalam tahun 1996 berbeda dibandingkan dengan tahun 1994 disebabkan karena perubahan keadaan.

Hipotesis 1. diuji dengan membandingkan SRV dan TVA bulan Maret dan Desember dalam tahun 1994 dan 1996, yaitu Maret 1994 vs Desember 1994 dan Maret 1996 vs Desember 1996 dan antara kedua tahun yaitu Maret 1994 vs Maret 1996 dan Desember 1994 vs Desember 1996.

Ukuran SRV dan TVA mengenai Maret dan Desember dilakukan dengan membandingkan SRV dan TVA :

a. 30 hari sebelum dan sesudah tanggal pengumuman laporan keuangan.

b. di dalam dan diluar periode pengumuman jika periode pengumuman ditentukan 7 hari.

c. di dalam dan di luar periode pengumuman jika periode pengumuman ditentukan 1 hari.

Hipotesis 2. diuji dengan membandingkan pola SRV dan TVA sebagai keseluruhan dan tahun 1996 dengan tahun 1994.

Perusahaan yang terdaftar di BEJ dipilih :

Desember 1994 41 perusahaan (random purposive)

Maret 1994 32 perusahaan (random purposive)

Desember 1996 41 perusahaan (perusahaan yang sama dengan Desember 1994

Maret 1996 20 perusahaan (populasi)

Penurunan dalam perusahaan yang mengumumkan laporan keuangan Maret 1996 disebabkan oleh tidak diwajibkannya perusahaan mengumumkan laporan keuangan Maret oleh Bapepam dalam bulan Januari 1996.

Penelitian ini menggunakan metode statistik parametrik, regresi OLS dan uji t.

Penelitian ini menenemukan bukti bahwa laporan keuangan auditan (Desember) tidak lebih berbobot dibandingkan dengan laporan keuangan non-auditan (Maret). Temuan ini konsisten dengan temuan Husnan et al. (1996), Hanafi (1996) dan Ball and Brown (1968). Husnan dan Hanafi menunjuk kemungkinan sebagai sebab adalah rendahnya apresiasi masyarakat investasi terhadap independensi akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEJ.

Ball and Brown (1968) di pihak lain menyatakan bahwa temuan itu disebabkan oleh rendahnya muatan informasi baru pada laporan keuangan auditan karena pengumumannya sangat terlambat. 85 % - 90 % dari muatan informasi laporan keuangan auditan telah diketahui investor dan analis melalui media yang lebih cepat yang mungkin mencakup laporan interim, tanpa menyebut standar akuntansi yang melandasi penyusunan dan penyajian laporan keuangan dan standar auditing yang pada waktu itu digunakan oleh akuntan publik.

Sebagai tambahan penelitian ini menemukan bukti empiris bahwa tidak terdapat perbedaan dalam reaksi pasar dalam tahun 1996 dibandingkan dengan reaksi pasar dalam tahun 1994 seperti ditunjukkan oleh pola SRV dan TVA dari tahun 1996 dibandingkan dengan tahun 1994.

Temuan ini memberi kesan bahwa SRV dan TVA bukan ukuran yang relevan untuk apresiasi atau disapresiasi SAK, SPAP dan regulasi/sertifikasi akuntan publik oleh masyarakat investasi. Otomatisasi perdagangan saham di BEJ dapat mempengaruhi TVA.

This study assesses the change in market reaction in the Jakarta Stock Exchange (JSX) betweeen 1994 and 1996. This study is a modified replication of earlier studies performed by Hanafi (1996) and Husnan et al. (1996) about the effect of audited financial statements (December ) on Security Return Variance (SRV) and Trading Volume Activity (TVA). Husnan et al. (1966) compared the December financial statements with March financial statements of the succeeding year where as Hanafi (1996) compared the effect of the March and December financial statements of the same year. Both studies used data acquired from the JSX between 1991 - 1994.

In those years the accounting standards applied for the preparation and presentation of the financial statements in Indonesia were the Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI), auditing standards on which an audit had to be based were the Norma Pemeriksaan Akuntan (NPA). In addition every state registered public accountant was permitted to audit the JSX listed companies and securities trade was executed manually.

Husnan et al. (1996) and Hanafi (1996) found evidence that audited financial statements (December) are not superior to the unaudited financial statements (March) as to their effects on market reactions (SRV and TVA) among others due to the low appreciation of the investing community concerning the quality of independence of the public accountants auditing the financial statements of the JSX listed companies.

In 1994 in anticipation of the globalisation, the Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)/the Indonesian Accountants' Association established new accounting standards, the Standar Akuntansi Keuangan (SAK) or The Financial Accounting Standards, and Auditing Standards, the Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) or Statement of Public Accountants' standards, to replace the PAI and NPA. Those new standards had to be applied mandatorily as of 1 January 1995. In addition in 1995 the Indonesian stock exchange commission, the Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) required public accountants to meet certain qualifications to be permitted to audit financial statements of the listed companies as a forrunner of the general certification requirement for public accountants which started in September 1997. In May 1995 the JSX automated its stock/security trading.

Because the above mentioned changes occured at different points in time in 1995, year 1995 is skipped from this study as the effects of the changes influenced 1995 unevenly. 1996 is chosen to observe and measure the effect of the change in condition that might affect the market reaction in comparison with that before the change in condition in 1994.

It is expected that there will be a change in the pattern of the market reaction (SRV and TVA) in 1996 compared with 1994 due to the above mentioned change in condition.

The study hypotheses (1) The audited financial statements (December) are superior to the unaudited financial statements (March) and (2) The market reaction pattern (SRV and TVA) in 1996 is different from that in 1994 due to the change in condition.

Hypothesis 1. is examined by comparing the SRV and TVA March and Dcember in 1994 and 1996, that is March 1994 vs December 1994, and March 1996 vs December 1996 and between the two years, that is March 1994 vs March 1996 and December 1994 vs December 1996.

The March and December measurements of SRV and TVR are performed by comparing SRV and TVA:

a. 30 days before and after the announcement date of the financial statements.

b. within the announcement period and outside the announcement period, if the announcement period is set at 7 days.

c. within and outside the announcement period if the announcement period is set at one day.

Hypothesis 2. is examined by comparing the pattern of SRV and TVA (as a whole) of 1996 with 1994.

JSX listed companies were chosen:

December 1994 41 companies (purposive random) March 1994 32 companies (purposive random) December 1996 41 companies (same companies as December 1994) March 1996 20 companies (population) the drop in March 1996 companies announcing March statements is because in January 1996, Bapepam didn't require March financial statements.

Parametric statistic, OLS regression, chi square and t test were used in this study. This study obtained evidence that audited financial statements (December) are not superior in comparison with unaudited financial statements (March). This finding is consistent with the findings of the previous studies by Husnan et al. (1996), Hanafi (1996) and Ball and Brown (1968). Husnan and Hanafi ascribed one of the probable causes of the finding to the low appreciation of the investment community concerning the independence of the public accountants auditing the financial statements of the listed companies. Ball and Brown (1968) on the other hand ascribed the finding due to the lateness of the announcement of the annual financial statements (audited),

without mentioning underlying accounting standards for the preparation and presentation of the financial statements, and auditing standards then in use by certified public accountants. According to Ball and Brown (1968), the new relevant information content of the annual financial statements (audited) in very low, 85 % - 90 % of its content is already knowned by the investors and analysists from other more promt media which perhaps include interim reports.

Another finding of this study is that there is no change in the market reaction in 1996 in comparison with that in 1994 as shown by SRV and TVA patterns of 1996 and 1994 that do not show any difference statistically.

This finding suggests that SRV and TVA might not be relevant measurements for the appreciation or disappreciation of the SAK, SPAP and regulation/certification of the public accountants by the invesment community. The automation of the security trading at the JSX might influence the TVA.

Kata Kunci : Reaksi Pasar, Laporan Keuangan, Audit, BEJ


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.