Laporkan Masalah

Kebutuhan Infomasi Bagi Bank untuk Pengambilan Keputusan Kredit di Wilayah DKI Jakarta (Suatu Penelitian Eksploratif)

Hastuti, Sri. (Adv.: Drs. Hardo Basuki,. Soc., Sc., Ak.), Drs. Hardo Basuki,. Soc., Sc., Ak.

1993 | Tesis | S2 Accounting

Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil kesimpulan tiga peneliti terdahulu yaitu Hendro Gunawan, Faridah dan Noorchamid Ustadi yang menyatakan bahwa informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan kredit bank. Padahal salah satu fungsi utama informasi akuntansi adalah sebagai media penting bagi kreditor dalam proses pengambilan keputusan kredit.

Berdasarkan kenyataan di atas, peneliti ingin mendapat kan bukti empiric mengenai kebutuhan informasi bank yang digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan keputusan kredit. Jadi penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifi-kasi kebutuhan informasi (information needs) bank tersebut. Sifat penelitian ini adalah ekslporatif deskriptif.

Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh bank yang berada di wilayah DKI Jakarta, kecuali bank asing dan BPR. Varibel dalam penelitian ini berupa faktor-faktor infor masi kredit yang terdiri dari 58 item informasi. Faktor-faktor informasi tersebut dapat dikategorikan ke dalam dua jenis informasi yaitu informasi akuntansi dan informasi bukan akuntansi. Sebagian besar variabel penelitian ini mengambil variabel yang digunakan dalam penelitian Keith. G. Stanga dan James J. Benjamin, beberapa variabel penelitian dari Hendro Gunawan, Faridah dan Noorchamid Ustadi serta beberapa varia bel lain yang ditambahkan oleh peneliti.

Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada manajer kredit bank. Selanjutnya data diana lisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Penulis juga memberikan analisis tambahan yaitu uji beda dua rata-rata (uji-t).

Dari 58 item informasi yang dianalisis, menghasilkan 6 item informasi dalam kategori sangat penting, 45 item infor masi dalam kategori penting dan 7 item informasi dalam kate gori cukup penting. Dari 6 item informasi sangat penting terdiri dari 4 item informasi bukan akuntansi yaitu rencana angsuran kredit, rencana penggunaan kredit, reputasi perusa haan dan taksiran nilai jaminan dan kredit yang diusulkan. Dua item informasi akuntansi meliputi perhitungan rugi laba dan neraca perbandingan tahun lalu.

Dari 45 item informasi dalam kategori penting terdiri dari 26 item informasi akuntansi dan 19 item informasi bukan akuntansi. Item informasi akuntansi yang bersifat ramalan tampaknya lebih dibutuhkan daripada informasi yang bersifat historis dan kontemporer.

Bank kurang membutuhkan informasi yang berkaitan dengan general purchasing power financial statement dan informasi tentang harga saham.

Terdapat perbedaan kebutuhan informasi bank antara: (1) informasi akuntansi dengan informasi bukan akuntansi;

(2) informasi akuntansi historis dengan informasi akuntansi

ramalan dan (3) antara informasi akuntansi kontemporer dengan informasi akuntansi ramalan. Informasi bukan akuntansi

lebih dibutuhkan oleh bank daripada informasi akuntansi. Tetapi informasi akuntansi yang bersifat ramalan lebih dibu tuhkan daripada informasi akuntansi historis dan kontemporer.

Sumber informasi utama yang didapatkan bank untuk memenuhi kebutuhan informasinya berasal dari laporan keuangan calon debitur, dimana laporan ini secara umum telah diperiksa oleh Kantor Akuntan Publik. Sumber informasi yang berasal dari "bank-checking" diperoleh dari Bank Indonesia yang berguna untuk mengetahui apakah calon debitur masuk dalam daftar hitam atau daftar kredit macet Bank Indonesia.

Kata Kunci : Perbankan, Kredit Bank, Informasi AKuntansi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.