Pengaruh Moral Reasoning, Religiusitas, Independensi dan Skeptisisma Profesional Terhadap Kualitas Audit Audito Pemerintah
HASTUTI, ELY WINDARTI (Adv.: Gudono, Prof.Dr., M.B.A.), Gudono, Prof.Dr., M.B.A.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit auditor eksternal pemerintah Indonesia. Obyek penelitian ini adalah auditor/pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan yang minimal pernah memiliki jabatan sebagai Ketua Tim, Pengendali Teknis, atau Pengendali Mutu dalam sebuah tim audit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner surat (mail-survey), yang didistribusikan ke Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berjumlah 17 BPK. Dari 170 kuesioner yang disebar, hanya 97 yang kembali (57,06%) dan hanya 74 kuesioner (78,72%) yang memenuhi syarat untuk dapat diolah. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif,uji validitas dan reliabilitas, serta uji regresi berganda untuk menguji hipotesis dengan bantuan aplikasi SPSS 19.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moral reasoning tidak terbukti secara empiris memiliki hubungan positif dengan kualitas audit. Adapun variabel lain seperti independensi dan skeptisisma professional terbukti secara empiris berhubungan positif dengan kualitas audit. Begitu pula dengan religiusitas yang merupakan variabel baru yang coba dinilai keterkaitannya dengan kualitas audit.Penelitian berikutnya diharapkan dapat menguji kembali variabel religiusitas yang merupakan variabel baru, serta pengujian kembali instrument kualitas audit yang merupakan instrument baru untuk mengukur kualitas audit di sektor publik, khususnya sektor pemerintahan di Indonesia.
This study aims to empirically examine the factors that affect the quality of the external auditors audit the Indonesian government. The object of this study is the auditor in Supreme Audit Agency that at least once had a position as Team Leader, Technical Controller, or a Quality Controller in an audit team. Data were collected using a questionnaire letter (mail-survey), which is distributed to the Provincial Legislative Audit Agency spread across the island of Sumatra, Java, and West Nusa Tenggara Province, amounting to 17 BPK. Of the 170 questionnaires distributed, only 97 were returned (57.06%) and only 74 questionnaires (78.72%) are eligible to be processed. The data is then analyzed using descriptive statistics, validity and reliability, as well as multiple regression test to test the hypothesis with the help of SPSS 19.0. The results of this study indicate that moral reasoning is not empirically proven to have a positive relationship with audit quality. The other variables such as independence and professional skepticisms proven empirically positively related to audit quality. Similarly, with the religiosity which is a new variable that is trying assessed its association with audit quality. The next study is expected to reexamine religiosity variable is a new variable, as well as re-testing instrument that audit quality is a new instrument for measuring the audit quality in the public sector, particularly the government sector in Indonesia.
Kata Kunci : religiusitas, independensi, skeptisisma professional, kualitas audit, auditor pemerintah Indonesia, moral reasoning, religiosity, independence, professional skepticism, audit quality, government auditors.