Pembentukan Komite Audit: Perbandingan dampak Pada Koefisien Respon Laba (Earnings Response Coefficient) (Studi Empiris Terhadap Perusahaan Manufaktur dan Perdagangan, jasa, dan Investasi)
HASIM, AYU PRABAWATI (Adv.: Ahmad Amin, S.E., M.Sc.), Ahmad Amin, S.E., M.Sc.
Laba merupakan informasi yang banyak digunakan oleh investor sebagai bahan pertimbangan terhadap investasi yang akan dipilih. Oleh karena itu, merupakan hal yang wajar jika suatu informasi mengenai laba akan memberikan reaksi terhadap pasar. Komite audit sebagai pihak yang independen, yang memiliki tugas terhadap kepastian keandalan serta monitoring atas laporan keuangan perusahaan tentunya akan memiliki dampak positif terhadap kualitas laporan keuangan yang tentunya akan mempengaruhi laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Dengan adanya komite audit akan mengurangi gangguan dalam informasi laba yang dilaporkan perusahaan.
Hasil pengujian ini menunjukkan adanya perbedaan yang positif terhadap earning response coefficient (ERC) perusahaan selama tiga tahun setelah pembentukan komite audit dibandingkan dengan earning response coefficient (ERC) sebelum pembentukan komite audit. hal tersebut diduga karena pasar bereaksi terhadap pengumuman pembentukan komite audit yang diregulasi oleh BEI dan BAPEPAM. Kenaikan earning response coefficient (ERC) yang dijadikan indikasi sebagai kenaikan kualitas laba menjadikan tolak ukur atas peningkatan kualitas laba perusahaan setelah dibentuk komite audit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembentukan komite audit merupakan sinyal kualitas laba yang baik dan direspon positif oleh pasar. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa pasar menganggap komite audit telah melaksanakan perannya dengan baik, terutama dalam hal memonitor proses pelaporan keuangan, sehingga laba lebih kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terdapat perbedaan terhadap kenaikan earning response coefficient (ERC) perusahaan manufaktur dengan earning response coefficient (ERC) perusahaan dagang, jasa, dan investasi. Pada perusahaan dagang, jasa, dan investasi earning response coefficient (ERC) berpengaruh positif secara signifikan. Dapat disimpulkan bahwa pasar bereaksi positif terhadap pembentukan komite audit. hal tersebut diindikasi dari kenaikan earning response coefficient (ERC) secara signifikan pada perusahaan dagang, jasa, dan investasi yang merupakan sinyal bahwa terjadi kenaikan kualitas laba pada perusahaan dagang, jasa, dan investasi setelah pembentukan komite audit. Sedangkan pada perusahaan manufaktur terdapat kenaikan earning response coefficient (ERC) namun kenaikan tersebut tidak signifikan, dengan simpulan bahwa ERC perusahaan manufaktur sebelum dan setelah pembentukan komite audit relatif sama atau tidak ada perubahan. Hal tersebut mungkin dikarenakan sifat dasar perusahaan manufaktur yang memiliki resiko yang lebih tinggi dibanding perusahaan dagang, jasa, dan investasi. Contohnya adalah, perusahaan manufaktur cenderung memiliki leverage lebih tinggi dibandingkan perusahaan dagang, jasa dan investasi kerena memiliki asset tetap yang lebih tinggi dan dapat dijadikan jaminan kredit. Selain itu, siklus operasi perusahaan manufaktur yang lebih panjang menyebabkan perputaran dana menjadi lebih lama dan dana operasi yang dibutuhkanpun cenderung lebih besar, sehingga resiko yang terdapat pada perusahaan manufaktur secara umum menjadi lebih tinggi. Hal lain yang mungkin menjadi alasan dari perbedaan respon pasar ini adalah peneliti tidak mempertimbangkan peristiwa lain yang terjadi selama periode penelitian yang mungkin juga mengakibatkan respon pasar.
Audit committeeÂ’s role urgently important because of its affect to companyÂ’s earning quality which the quality of earning is necessary information provided to public. The investors as external entity of management couldnÂ’t put an eye on the quality of earning effectively. Therefore, asymmetric information happened among the management and investors. Companys earning quality is one of the most required information. Generally, the quality of earning could be identified by Earning response Coefficient (ERC)
This research aim to identify whether the difference on ERCÂ’s company before and after the audit committee was formed does exist significantly. Samples of research are the manufacture companies and trading, service, and investment companies between 1998-2004. ERC expressed by Firm Specific Coefficient method (FSCM). The research was examined on three years before and after the audit committee was formed.
This research tested using parametric statistic tool, Wilcoxon signed rank test. The result of test shows a significant increase on trading, service, and investment companies after the audit committee was formed. Meanwhile, the ERC on manufacture companies stagnant relatively. The conclusion of this research summarized that the Audit committee has different impact on ERC increase depend on classification and characteristic of the company.
Kata Kunci : earning response coefficient (ERC), Investment, Kenaikan Kualitas Laba, Earning Management.