Kinerja Perusahaan Air Minum (Pdam) Kabupaten Polewali Mamasa Periode 1995-1999
HARYONO (Adv.: Harnanto, Drs., M.Soc.Sc), Harnanto, Drs., M.Soc.Sc
Dalam mendukung terlaksananya otonorni daerah yang nyata, dinamis, serasi dan bertanggungjawab dalam konteks persatuan diperlukan mengkaji sumber-sumber penerimaan daerah yang dimiliki, sudah selayaknya pernerintah daerah memberi perhatian kepada PDAM untuk dikelola secara professional sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan air minum dan menjadi salah satu sumber Pendapatan Ash Daerah yang potensial. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Polewali Mamasa periode 1995 — 1999 dan menghitung biaya perunit satuan air dalam periode tersebut dengan menggunakan metode full cost recovery. Cara penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data sebagai bahan analisis diperoleh dengan cara studi kepustakaan (Library Research) yaitu dengan mempelajari buku-buku, karangan ilmiah serta dokumendokumen yang terkait permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini dan penelitian lapangan (field research) pengamatan lapangan dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara langsung dengan pimpinan dan karyawan yang berhubungan dengan masalah penelitian serta mengumpulkan data sekunder dari instansi terkait. Dalam menganalisis permasalahan yang ada dalam penelitian ini digunakan alat analisis Keputusan Menteri Dalam Negeri No.47 tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja Perusahaan Daerah Air Minum. Serta full cost recovery dalam menghitung biaya per unit satuan air. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja PDAM kabupaten Polewali Mamasa selama periode 1995-1998 menunjukan kinerja dalam status kondisi kurang dan pada tahun 1999 status kondisinya cukup, kondisi ini mengindikasikan bahwa PDAM kabupaten Polewali Masasa tidak ada usaha untuk meningkatkan kinerjanya selama periode tersebut, terbukti dengan melihat indikator kinerja yang harus mendapatkan perhatian dari tahun ketahun tidak menunjukkan perubahan yang membaik.
To support implementation of a compatible, dynamic, real and accountable area autonomous in the unity context was necessary to study sources of the possessed area revenue, Therefore it was proper that the area government gives an interest to the Municipal Waterworks (MW) to be managed professionally so that able to improve a community welfare
through drinking water service and becomes one source of the potential Area Original income.
This research was aimed to analyze the Municipal Waterworks performance of Polewali Mamasa Regency, period 1995-1999 and calculates per water unit cost in these periods by using a full cost recovery method. The research way used on collecting data as analysis material obtained with Library Research namely studying the books, articles and related document with issues would be discussed in this research and field research, field observation by collecting a primer data through direct interview and secondary data from related instance. On analyzing the problem available in this research used an analysis tool in accordance with Secretary of interior Decree No. 47, 1999 about evaluation guideline of the Municipal Waterworks performance, and a full cost recovery on calculating per water unit cost. The result of research concluded that the Municipal Waterworks performance of Polewali Mamasa Regency, during period 1995-1998 indicated performance in the less condition status and by 1999 its condition status was enough. This condition indicated that there was no effort at the Municipal Waterworks of Polewali Mamasa Regency to improve their performance during these period, it was evidenced by looking at the performance indicator that must get consideration from year to year not indicated a more well change.
Kata Kunci : Otonomi Daerah, Penerimaan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, Kinerja perusahaan, metode full cost recovery, autonomous.