Laporkan Masalah

Analsis pengaruh suku bunga riil (via premi resiko) dan kebijakan moneter terhadap nilai tukar rupiah di Indonesia setelah penerapan sistem nilai tukar mengembang bebas (periode 1997.9-2002.12)

Hartini, Dwi Suci (Adv. Prof. Dr. Insukindro, MA), Prof. Dr. Insukindro, MA


2013 | Skripsi | S1 Economics

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997 merupakan krisis terberat yang pemah dialami oleh Indonesia pada era orde baru. Salah satu hal yang mengesankan pada saat krisis berlangsung adalah depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Bank Indonesia telah menempuh berbagai upaya untuk menahan depresiasi nilai tukar rupiah tersebut, diantaranya dengan menghapus pita intervensi rupiah dan menerapkan sistem nilai tukar mengambang bebas pada tanggal 14 Agustus 1997 agar rupiah lebih stabil. Selain itu, Bank Indonesia juga menerapkan kebijakan moneter ketat terutama dengan menetapkan sasaran uang primer, yang menyebabkan suku bunga meningkat sangat tinggi. Secara teori, penerapan kebijakan moneter ketat akan mendorong kenaikkan suku bunga kemudian akan menarik modal masuk (capital inflow) sehingga nilai tukar rupiah akan menguat. Namun, meskipun kebijakan tersebut telah diterapkan, depresiasi nilai tukar rupiah terus berlangsung. Hal ini menimbulkan keraguan akan keefektifan kebijakan moneter dan tingginya suku bunga dalam stabilisasi nilai tukar rupiah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suku bunga riil melalui kontribusinya terhadap peningkatan premi resiko dan kebijakan moneter melalui pengendalian jumlah uang beredar (uang primer) terhadap nilai tukar rupiah setelah penerapan sistem nilai tukar mengambang bebas (pada saat krisis nilai tukar). Di samping itu, dengan menggunakan model moneter dalam penentuan nilai tukar, dalam penelitian ini dimungkinkan untuk mengetahui pengaruh pendapatan riil Indonesia, ekspektasi nilai tukar rupiah per dollar Amerika, pendapatan riil Amerika, dan jurnlah uang beredar Amerika terhadap nilai tukar rupiah.

Data yang digunakan adalah data skunder berbentuk data runtun waktu, yaitu data bulanan dari September 1997 sampai Desember 2002. Dalam penelitian ini nilai tukar yang digunakan adalah nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika (Rp/$). Analisis dalam penelitian ini bersifat jangka pendek karena permasalahan dalam penelitian ini terjadi pada saat krisis nilai tukar berlangsung. Analisis data yang dipakai bersifat empiris dengan metode pengujian menggunakan ekonometri. Langkah awal analisis terhadap data yang digunakan adalah dilakukan uji stasionaritas data, yang selanjutnya diteruskan dengan estimasi model dinamis. Model dinamis yang digunakan adalah Model Koreksi Kesalahan (ECM).

Dari hasil analisis diperoleh bahwa kebijakan moneter melalui pengendalian jumlah uang primer mempunyai pengaruh yang besar terhadap stabilisasi nilai tukar rupiah pasca penerapan sistem nilai tukar mengambang bebas dan selama krisis. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kenaikkan suku bunga riil tidak mempunyai kontribusi terhadap melemahnya nilai tukar rupiah per dollar Amerika setelah sistem nilai tukar mengambang bebas diterapkan (selama krisis).

Oleh karena itu, dalam rangka mencapai dan memelihara stabilisasi nilai tukar rupiah, otoritas moneter harus lebih cennat dalam mengendalikan perkembangan jumlah uang beredar. Di samping itu, penerapan kebijakan menaikkan suku bunga terbukti tidak efektif selama krisis karena kondisi pada saat itu tidak mendukung kebijakan tersebut. Dengan demikian, dalam menerapkan kebijakan tersebut harus memperhatikan kondisi-kondisi tertentu agar penerapannya lebih efektif.

Kata Kunci : suku bunga, kebijakan moneter, nilai tukar rupiah, nilai tukar mengembang bebas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.