Laporkan Masalah

Hubungan Antara Depresiasi Nilai Tukar Riil dengan Neraca Perdagangan dan Output Indonesia pada Rezim Nilai Tukar Mengembang Bebas

HARTARTO, ROMI BHAKTI (adv.: Tri Widodo, Ph.D.), Tri Widodo, Ph.D.

2012 | Skripsi | S1 Economics

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis respon yang diterima oleh neraca perdagangan dan output nasional selaku indikator perekonomian akibat depresiasi nilai tukar riil selama rezim nilai tukar mengambang bebas. Penelitian ini juga mencaritahu apakah terjadi fenomena kurva-J di Indonesia. Ada pun basis data yang digunakan pada penelitian ini ialah kuartalan dengan data observasi pada tahun 2000:1 hingga 2010:4 sebagai representasi periode rezim nilai tukar mengambang bebas.

Penelitian ini menggunakan alat analisis Vector Error Correction Model yang lebih ditekankan pada analisis fungsi impulse response untuk mengetahui respon yang diterima oleh suatu variabel akibat gejolak variabel lain dalam model dan dekomposisi varian untuk mengetahui kontribusi suatu variabel terhadap variabilitas variabel lain dalam model.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa depresiasi nilai tukar riil berhubungan positif dengan neraca perdagangan dalam horizon waktu yang lebih panjang. Sementara itu,depresiasi nilai tukar riil justru berhubungan negatif dengan output nasional. Temuan lainnya

dari penelitian ini ialah tidak ditemukannya bukti kuat terjadi fenomena kurva-J di Indonesia selama rezim nilai tukar mengambang bebas.

This study aims to analyze the relationship of real exchange rate depreciation with trade balance and national output as economic indicator in floating exchange rate regime. This study also observed whether J-curve phenomenon happened in Indonesia or not. This study used quarterly data from year 2000:1 to 2010:4 as representation of floating exchange rate regime.

Vector Error Correction Model was applied as analytical tool which emphasizing on impulse response function to find out the response of one variable caused by shock from other variables in the model and variance decomposition to trace the relative contribution of one variable toward the variability of other variables in model.

This study found that real exchange rate depreciation affected positively toward trade balance in longer time horizon. Nevertheless, national output did not response positively toward real exchange rate depreciation. Another empirical finding was no strong evidence of J-Curve phenomenon founded in free floating exchange rate regimes in Indonesia.

Kata Kunci : J-Curve, Impulse Response Function, Variance Decomposition, Free Floating Exchange Rate, kurva-J, fungsi impulse response, dekomposisi varian, rezim nilai tukar mengambang bebas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.