Laporkan Masalah

Analisis Hubungan Kepuasan Atas Kemajuan Karir, Kepuasan Atas Beban Kerja, Kepuasan Atas Kelas dan Kepuasan atas Supervisi Dengan Kepuasan Kompensasi di Universitas Negeri Semarang

Harnanik (Pemb : Drs. Gugup Kismono, MBA), Drs. Gugup Kismono, MBA

2003 | Tesis | S2 Management

Tujuan penelitian ini adalah menguji hubungan kepuasan atas kemajuan karir, kepuasan atas beban kerja, kepuasan atas kelas dan kepuasan atas supervisi dengan kepuasan kompensasi; dan menguji apakah kepuasan atas kemajuan karir, kepuasan atas beban kerja, kepuasan atas kelas atau kepuasan atas supervisi dapat menjelaskan variance dalam kepuasan kompensasi melebihi yang dijelaskan variabel demografi yang meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, masa kerja, jabatan fungsional dan penghasilan.



Responden penelitian adalah dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES). Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Sejumlah 130 kuesioner didistribusikan, yang kembali 118 (90,77%), akan tetapi kuesioner yang dianalisis sejumlah 110 (84,62%).



Analisis korelasi digunakan untuk menguji hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, sedang analisis regresi hirarkikal digunakan untuk menguji apakah kepuasan atas kemajuan karir, kepuasan atas beban kerja, kepuasan atas kelas dan kepuasan atas supervisi dapat menjelaskan variance dalam variabel dependen (kepuasan kompensasi) melebihi yang dijelaskan jenis kelamin, usia, pendidikan, masa kerja, jabatan fungsional dan penghasilan.



Analisis korelasi menunjukkan bahwa kepuasan atas kemajuan karir dan kepuasan atas kelas berhubungan positif dengan kepuasan kompensasi. Kepuasan atas beban kerja dan kepuasan atas supervisi tidak berhubungan signifikan dengan kepuasan kompensasi. Analisis regresi hirarkikal menunjukkan bahwa kepuasan atas kemajuan karir, kepuasan atas beban kerja, kepuasan atas kelas dan kepuasan atas supervisi menjelaskan variance dalam kepuasan kompensasi melebihi yang dijelaskan variabel demografi yang meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, masa kerja, jabatan fungsional dan penghasilan. Dengan demikian untuk mengestimasi kepuasan kompensasi selain menggunakan variabel demografi yang meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, masa kerja, jabatan fungsional dan penghasilan, juga perlu menggunakan variabel-variabel sikap terhadap pekerjaan seperti kepuasan atas kemajuan karir, kepuasan atas beban kerja, kepuasan atas kelas dan kepuasan atas supervisi.

The objectives of this research are to test the correlation between career advancement satisfaction workload satisfaction. class satisfaction, supervisory satisfaction and compensation sati4action; and to test whether career advancement satisfaction, workload satisfaction, class satisfaction. and supervisory satisfaction may explain the variance in compensation satisfaction more than demographic variables that include sex, age, education. tenure, functional position, and income.



The respondents of this research were lecturers of State University of Semarang (UNNFS). Samples were taken by stratified random sampling method. One hundred and thirty questionnaires were distributed. with the return rate of 118 (90,77%). Of this returned questionnaires. only 11 () (8-1.62%) were included for the analysis .



Correlation analysis was used to test the correlation between independent variables and dependent variables. while hierarchical regression analvsis was employed to test whether career advancement satisfaction workload satisfaction, Class satisfaction and supervisory satisfaction can explain the variance in dependent variables (compensation satisfaction) more than sex. age, education, tenure. functional posit ion and income.



Correlation analyses suggested that Career Advancement satisfaction and Class satisfaction were positively correlated to compensation satisfaction. Workload satisfaction and supervisory satisfaction were not correlated significantly to compensation satisfaction. Hierarchical regression analysis suggested that Career Advancement satisfaction, workload satisfaction. class satisfaction and supervisory satisfaction could explain the variance in compensation satisfaction more than demographic variables that include sex, age, education, tenure, functional position, and income. Therefore, to estimate compensation satisfaction, besides using demographic variables that include sex, age, education, tenure. functional position. and income. atitudinal variables toward job such as Career Advancement satisfaction, workload satisfaction, class satisfaction and supervisory were also included.

Kata Kunci : demografi, kepuasan atas kemajuan karir, kepuasan atas beban kerja, kepuasan atas kelas, kepuasan atas supervisi dan kepuasan kompensasi, demographic, class satisfaction, career advancement satisfaction, workload supervisory satisfaction and compensation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.