Pengaruh Krisis Keuangan Global Terhadap Volatilitas Pasar Saham Indonesia, 2004-2009
HARISNU KURNIAWAN (pembimbing: Suratno, Dr., M.Ec., ), Suratno, Dr., M.Ec.,
Pasar saham merupakan salah satu komponen pasar keuangan, selain perbankan, yang memiliki peranan penting dalam sistem keuangan di sebuah negara. Pada satu dekade terakhir pasar modal Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan jika dilihat dari segi kapitalisasi pasar nya yang mencapai Rp2.019 triliun atau setara dengan 35,9% terhadap PDB tahun 2009. Nilai tersebut meningkat sebesar 196% dibanding tahun 2004. Namun, pada periode 2004-2009 tersebut terdapat shock krisis keuangan global yang berpengaruh pada kinerja pasar saham di Indonesia, yaitu sejak tahun 2007.
Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh krisis keuangan global terhadap return dan volatilitas pasar saham di Indonesia. Indikator yang digunakan untuk merepresentasikan pasar saham Indonesia adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), indeks sektor pertanian dan pertambangan. Data yang digunakan dalam kajian empiris ini adalah data runtut waktu harian dan mingguan dari tahun 2004 sampai tahun 2009. Alat analisis yang digunakan adalah General Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH). Pengaruh krisis keuangan global dalam penelitian ini diinterpretasikan dengan menggunakan variabel dummy pada model GARCH.
Estimasi model GARCH menunjukkan adanya peningkatan volatilitas pada pasar saham Indonesia antara sebelum dan setelah terjadinya krisis keuangan global tahun 2008. Analisis hasil estimasi pada skripsi ini menunjukkan adanya peningkatan persistensi volatilitas pada variance equation setelah terjadinya shock berupa krisis keuangan global tahun 2007. Namun, peningkatan volatilitas tersebut tidak diikuti oleh return rata-rata pasar saham di Indonesia
Stock market is one component of financial markets, in addition to banks, which has important roles in the financial system of a country. In the last decade the Indonesian capital market experienced significant growth in terms of its market capitalization, reaching IDR2.019 trillion, or equivalent to 35.9% of GDP in 2009. This value is increased by 196% compared to 2004. However, in the period 2004-2009 there is a shock that affects the performance of stock markets in Indonesia, that is the global financial crisis in 2008.
This study aims to analyze the effect of the global financial crisis to the increasing stock market volatility in Indonesia. Indicators that are used to represent the Indonesian stock market are the Composite Stock Price Index (CSPI), Index of Agricultural Sector, and Index of Mining Sector. Data that used in this research are time series data 2004 until 2009. The analysis method is General autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH).
GARCH model estimations indicate an increase in the Indonesian stock market volatility before and after the global financial crisis in 2008. The estimation result shows an increasing in volatility persistence of variance equation, after the shock of the global financial crisis in 2007. Increased volaitility is apparently not followed by a decline in average return of stock market in Indonesia
Kata Kunci : Pasar saham, Krisis Keuangan Global, GARCH, Volatilitas, Risiko, Stock markets, Global Financial Crisis, Volatility, Risk.