Laporkan Masalah

Analisis pemilihan sumber pendanaan jangka panjang PT Telekomunikasi Indonesia

Harisman (adv. Dr. Jogiyanto HM, MBA), Dr. Jogiyanto HM, MBA

2004 | Tesis | S2 Magister Accountancy

Untuk memaksimumkan nilai perusahaan, perusahaan hams meminimumkan biaya dari semua masukan termasuk biaya modal. Biaya hutang berbeda dengan biaya ekuitas dalam mendanai perusahaan. Biaya hutang dihitung dari tingkat bunga atas hutang yang digunakan, sedangkan biaya ekuitas merupakan tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pemegang saham perusahaan.

Data yang digunakan untuk penelitian ini berasal dari bulan September 1997 sampai dengan April 2003 diperoleh bahwa biaya rata-rata tertimbang dari modal (WACC) perusahaan sebesar 19,05%. Modal yang digunakan dalam mendanai perusahaan sebesar Rp54. 985 miliar terdiri dari 21 % menggunakan hutang dan 79% menggunakan ekuitas perusahaan. Dengan mengasumsikan bahwa investor memperhatikan risiko karena penggunaan hutang yang semakin tinggi dan tidak ada biaya transaksi dalam penerbitan hutang dan saham, serta pembelian kembali saham perusahaan diperbolehkan, diperoleh struktur modal optimal sebesar 70% menggunakan hutang dalam mendanai modal perusahaan.

Berdasarkan hasil struktur modal optimal tersebut, perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan sebesar RpllO.862 miliar menjadi Rp165.847 miliar, dan meningkatkan harga saham sebesar Rpl1.000 menjadi RpI5.300.

To maximize the company value, company have to minimize the expense from all input included cost of capital. Cost of debt differ from cost of equity in company financing. Cost of debt was the interest rate demanded for debt used, while cost of equity was the rate of return expected by company's stockholder.

Data used for the research of come from September 1997 to April 2003 obtained that the company's weighted average cost of capital (WACC) was 19,05%. Capital used in company fund about Rp54.985 milliard consisted of 21 % using debt and 79% equity. By assuming that investor pay attention to the risk of debt using and there are no transaction expenses in flotations of debt and share, and the company can buy-back the company's, obtained a optimal capital structure about 70% using debt in financing of company's capital.

To pursue to the optimal capital structure, company can improve the company's value about Rp llO.862 milliard become Rp165.847 milliard, and increases the share price about Rp 11.000 become the Rp 15 .300.

Kata Kunci : Cost of Debt, Cost of Equity, Weighted Average Cost of Capital, Optimal Capital Structure, Biaya Hutang, Biaya Ekuitas, Biaya Rata-rata Tertimbang dari Modal, Struktur Modal Optimal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.