PENGARUH PERBEDAAN TEKNIK BUDIDAYA TAMBAK TERHADAP INTENSITAS PENGGUNAAN TENAGA KERJA DAN KEMERATAAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PETANI
Harijono (Adv.Dr. Gunawan Sumodiningrat), Dr. Gunawan Sumodiningrat
Kemiskinan penduduk pedesaan merupakan masalah yang serious dalam pembangunan nasional. Salah satu usaha unÂtuk penanggulangannya dapat dilakukan dengan menumbuhkan rangsangan bagi pengembangan potensi ekonomi di desa. Tambak merupakan salah satu bentuk perikanan rakyat yang
besar peranannya bagi kehidupan penduduk desa pantai.
Sebagai penghasil udang yang utama peranannya tidak kecil bagi sumber devisa negara. Sebagai akibat dari cara pengusaha yang tradisional, tingkat produktivitas yang dicapai masih rendah. Sebagai upaya untuk meningkatkan potensi sektor ini, telah dilaksanakan pengembangan pola intensifikasi budidaya tambak.
Sehubungan dengan pengembangan pola ini beberapa hal yang patut dipertanyakan adalah , apakah dengan pola intensifikasi akan berhasil meningkatkan produksi , produktivitas faktor dan pendapatan petani. Apakah dengan pola ini mampu meningkatkan tingkat intensitas penggunaÂan tenaga kerja , dan memperbaiki tingkat perataan disÂtribusi pendapatan petani.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai berapa jauh efektivitas teknik intensifikasi budidaya terhadap aspek-aspek ketenaga kerjaan, produksi dan proÂduktivitas faktor, pendapatan petani dan distribusinya, sebagaimana diungkapkan di atas.
Penelitian yang dilakukan terhadap 61 petani sampel di dua desa Kalianyar dan Tambakan adalah meliputi 22 pe sen dari populasi petani .tambak seluruh Kecamatan Bangil bagian Barat. Pada kedua kelompok petani sampel tradisioÂnal dan intensifikasi yang diperbandingkan, masing-masing
dikelompokkan kedalam 3 strata tambak kecil, sedang dan
besar. Jumlah anggota masing-masing strata adalah sebanÂding dengan sub populasinya.
Berdasarkan analisa fungsi produksi yang dipilih,be berapa kesimpulan yang diperoleh diantaranya yaitu
(1) dalnm hal penggunaan faktor tenaga kerja (dalam arti
relatif terhadap modal ), tidak terdapat beda nyata dikedua kelompok budidaya ; (2) secara umum dapat dinyatakan bahwa kecuali pada tambak besar, dalam hal produktivitas
. faktor produksi tanah, tenaga kerja dan modal, pada kelompok EDT Intensifikasi relatif lebih baik dibandingkan deÂngan kelompok tradisional ; (3) sesuai dengan butir kedua, maka pendapatan petani BDT Intensifikasi relatif lebih baik dibandingkan terhadap petani BDT Tradisional ; (4) meskipun dalam hal distribusi pendapatan pada petani BDT InÂtensifikasi lebih tidak merata. Tetapi ketidak merataannya itu tidak cukup bermakna ; (5) pada umumnya tingkat peng gunaan bibit, sarana produksi pupuk dan makanan tambahan adalah dalam keadaan tidak efisien, sedangkan dalam hal penggunaan tenaga kerja masih terasa berada dalam kondisi under employed ; (6) berdasarkan fungsinya, maka juragan, pendega dan tenaga kerja luar keluarga adalah subyek-su - byek petani yanc menerima manfaat terbesar dari pelaksan an intensifikasi. Sebaliknya pihak yang tidak beruntung adalah para pemilik tambak ; (7) dilihat dari kelompok stratanya, maka petani tambak kecil dsn menengah adalah petani yang paling beruntung karena pener pan intensifika si ini. Untuk memperbaiki nasib petani dikawasan penduduk desa pantai, nendaknya lebih dipugatkan pada kedua strata kecil dan menensah dimasa-masa mendatang.
The rural poverty is a.serious problem in the natiÂonal development. stimulating to develop the rural penitential economic is the one strategy to overcome this problem. The brackish-water pond is one of the marine fishery has great role for the life of people living in the coastal area. Being the main prawn producer the pond has important role to create the devisa revenue. Due to the traditional management the level of its pro - ductility is still low. To increase the potentiality of the factor, intensification method in the brackish-water
pon culture has to develop. In developing by the inten -
sification method, some points are worth asking about :
(1) will the intensification method be succesful to in crease the the product, the factor's productivity and the farmer's income; (2) will the intensification highter the intensity level of the labor utilization; (3) will the ig tensification be able to improve the farmer's income dis retribution more equality.
his study aims at apprehending how far the intensiÂfied technique affects the employment production and the factor's productivity aspects, as well as the aspects of the farmer's income and its distribution.
he study, made up of 61 sample farmers making 22 percent of the whole population of the brackish-water pond farmer's in west ljangil sub district, is conducted
in two villages namely Kalianyar and Tambakan.
The sample has been divided into two groups-the traditional farmer's compared to the farmer's with inten sification. Each group is then divided into 3 strata : small, medium and big brackish-water ponds. Each strata has a certain amount of members in proportion to its sub pupolation •
Some conclusions based on the analysis of the pro - duction f nction are obtained : ( 1 ) with regard to the labor factor utilization (its relative to the capital ), there are no significant differences between the two groups ; (2) with the axception of the big brackish-water pond, in general, the productivity of land, labor and ca pital is relatively much better for the farmer's working with intensified brackish-water pond culture eompared to those traditional ones ; (3) Considering with point 2 , the farmer's income with the brackish-water pond intensi fication is relatively better than the ones with the tra ditional technique ; (4) although the income distribution
of the farmer's with the brackish-water pond is less equal yet the inequality is not significant ; (5) as a rule the level of the fry(benur )utilization, fertilizer and of extra food is inefficient while the utilization of labor
seems to be under employed ondition ; (6)based on their funtions, juragan, pandega and workers are farmer's
subyect to the greatest benefit from the implementation of the intensification. On the other hand the unlucky persons are the owners of the brackish-water ponds ;
(7) considering the strata group, the small and medium
brackish-water pond farmer's are the luckiest due to the implementation of this intensification.
To improve the destiny of the farmer's living in the coÂ
astal area, it would be better to concentrate on the two strata - the small and medium - in the future •
Kata Kunci : Teknik, Budidaya Tambak, Intensitas, Tenaga Kerja, Distribusi, Pendapatan, Petani