Laporkan Masalah

Evaluasi Pengawasan Pembayaran Iuran Produksi Mineral Dan Batu Bara

HARI, ERYNA (Adv.: Abdul Halim, Prof. Dr., M.B.A), Abdul Halim, Prof. Dr., M.B.A

2014 | Tesis | S2 Magister Accountancy

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembayaran iuran produksi mineral dan batubara yang merupakan salah satu jenis PNBP yang ada pada Kementerian ESDM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan observasi dokumen yang berasal dari Ditjen Mineral dan Batubara KESDM, BPKP-RI dan KPK-RI. Data yang telah dikumpulkan, kemudian dievaluasi menggunakan teknik analisa data penelitian kualitatif oleh Miles and Huberman (1992) untuk mengkombinasikan data yang diperoleh dari instansi/responden agar diperoleh pemahaman yang utuh dari proses pengawasan tersebut.

Dari hasil evaluasi, pelaksanaan pengawasan pembayaran iuran produksi mineral dan batubara telah memenuhi lima komponen pengendalian yang diperkenalkan oleh COSO. Namun terdapat risiko pengendalian pembayaran yang perlu dicermati oleh pemerintah; yakni meningkatkan ketaatan perusahaan tambang dalam menyampaikan laporan produksi dan penjualan mineral dan batubara, meningkatkan audit coverage ratio untuk pembayaran iuran produksi mineral dan batubara, perlunya koordinasi dan pengawasan yang sinergis antara Kementerian/Lembaga terkait, mempercepat penataan pelabuhan ekspor mineral dan batubara, pembangunan sistem informasi produksi dan penjualan mineral dan batubara, penataan organisasi dan kelembagaan dalam Ditjen Mineral dan Batubara, serta meningkatkan ketataatan perusahaan dalam menyampaikan bukti penagihan dan pengeluaran biaya penyesuaian dalam rangka penghitungan kewajiban iuran produksi mineral dan batubara.

This study aimed to evaluate the payment of dues of mineral and coal royalty, which is one type of non-tax revenues available to the Ministry of Energy and Mineral (MEMR) Resources. This research is a descriptive qualitative research with a case study approach. The data in this study were collected through interviews and observation documents from the Directorate General of Mineral and Coal MEMR, KPK and BPK-RI-RI. The data has been collected, and then evaluated using qualitative research data analysis by Miles and Huberman (1992) to combine the data obtained from the institution / respondents in order to obtain a thorough understanding of the controlling process.


From that evaluation, controlling the payment of dues mineral and coal royalty has met the five control components introduced by COSO. However, there is a risk that payment controls need to be observed by the government; ie increase mining companies' compliance in reporting the production and sale of minerals and coal, increase audit coverage ratio for the payment of dues of mineral and coal royalty, the need for coordination and supervision that synergized between the Ministry/Institution, accelerating the arrangement of mineral and coal export port, construction of information system of production and sale of minerals and coal, organizational and institutional arrangement in the Directorate General of Mineral and Coal, as well as increase the company in delivering billing evidence and adjustment expenses in order to calculate the obligations of mineral and coal royalty.

Kata Kunci : Royalty, control risk, billing evidence, asessment, Iuran produksi, COSO, risiko pengendalian, bukti penagihan, penghitungan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.