Laporkan Masalah

Analisis perbedaan stressor, burnout, dan behavioral job outcomes diantara kategori karyawan

HARASTI, FORESTA NIKEN , Dra. Diah Retno Wulandaru, MBA

2009 | Skripsi | S1 Extention - Management

Stres kerja yang bisa dialami oleh karyawan merupakan salah satu hal

yang perlu dipikirkan setiap manajemen perusahaan. Stressor yang

merupakan pemicu stres bisa terdiri dari berbagai faktor yang berasal

dari diri sendiri (individual level), lingkungan kerja (group level),

organisasi (organizational level), maupun faktor eksternal di luar

perusahaan (extraorganizational). Selain dipikirkan perlu

dipertimbangkan pencegahan-pencegahan yang memungkinkan terganggunya

efektivitas kerja akibat stres. Penelitian kali ini mencoba

menganalisis perbedaan stressor, burnout yang merupakan kelanjutan

dari stressor, serta behavioral job outcomes yang merupakan dampak

berikutnya dari burnout, di antara kategori karyawan. Kategori

karyawan yang diteliti adalah karyawan yang memiliki jadwal kerja

fleksibel dan yang memiliki jadwal kerja standar dengan obyek 40 orang

penyiar radio di Yogyakarta. Analisis dilakukan dengan menggunakan

alat uji-t. Hasil penelitian tidak menunjukkan adanya beberapa

perbedaan yang signifikan pada setiap variabel, namun pada setiap

sub variabel ditemukan adanya perbedaan pada salah satu sub variabel

stressor yaitu role conflict dan sub variabel behavioral job outcomes

yaitu job satisfaction dan performance.

Stress of working experienced by the employees is an important point

in which every company managements should be considered about.

Stressor, the trigger, consists of many factors proceed from one's own

(individual level), work environments (group level), organizations

(organization level), or either external factors (extraorganizational).

Precautions to the stressor should be considered more in order to

avoid ineffective work caused by stress.Thus, this research attempts

to analyze the difference between stressor, burnout (the effects of

stressor), and behavioral job outcomes (the effects of burnout) among

the categorized employees. The categorized employees observed are

flexible-scheduled and standard-scheduled employees, with 40 radio

announcers in Yogyakarta as the objects. The analysis was carried out

using the t-test. The result indicates that there were not significant

differentiations to the each variables, but there were significant

differentiations to one of the stressor sub variables: role conflict,

and some of the behavioral job outcomes sub variables: job

satisfaction and performance.

Kata Kunci : Stressors, Burnout, Behavioral Job Outcomes, Karyawan dengan Jadwal Kerja Fleksibel dan Standar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.