Pengukuran Kinerja Reksa dana Saham di Indonesia Dengan Menggunakan Metode Sharpe, Metode Trynor dan Metode Jensen Selama periode 2005-2009
HARAHAP, FRIEDA MUTIARA ULIBASA (Adv.: Marwan Asri, Prof. MBA., Ph. D.), Marwan Asri, Prof. MBA., Ph. D.
Reksa dana dibentuk dengan tujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat (investor) untuk diinvestasikan dalam suatu portfolio investasi oleh pengelola yang di tunjuk, dalam hal ini adalah manajer investasi. Portofolio investasi dalam reksa dana dapat terdiri dari berbagai macam instrumen investasi seperti: saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau campuran dari instrumeninstrumen ini. Manajer investasi selanjutnya akan melakukan diversifikasi secara luas untuk memberikan keuntungan (return) yang optimal kepada para investor. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja reksa dana saham yang aktif selama periode 1 Januari 2005 sampai dengan 31 Desember 2009, dan terdaftar di BAPEPAM berdasarkan metode Sharpe, metode Treynor, dan metode Jensen. Selanjutnya menentukan peringkat tiap-tiap reksa dana mulai dari yang terbaik sampai dengan yang terburuk berdasarkan kinerjanya, serta menganalisa korelasi dari setiap metode pengukuran kinerja tersebut menggunakan koefisien korelasi Spearman. Berdasarkan hasil penelitian dalam tesis ini, produk-produk reksa dana saham yang berada dalam peringkat lima teratas selama tahun 2005-2009 menurut metode Sharpe, metode Treynor, dan metode Jensen antara lain: untuk tahun 2005 Dana Megah Kapital dan Citireksadana Ekuitas; untuk tahun 2006 Platinum; untuk tahun 2007 Phinisi Dana Saham, Makinta Mantap, Pratama Saham, dan Reliance Equity Fund; untuk tahun 2008, Panin Dana Maksima; untuk tahun 2009, saham Pratama Saham, Reksa Dana Makinta Mantap, Reksadana Dana Pratama Ekuitas, dan Reksa Dana Trim Kapital Plus. Sedangkan produk-produk reksa dana saham yang memiliki kinerja yang buruk sehingga produk tersebut berada dalam peringkat lima terbawah antara lain: untuk tahun 2005 Big Palapa, ABN Amro Dana Saham, Big Nusantara, dan Dana Sentosa; untuk tahun 2006, produk Reliance Equity Fund dan Big Nusantara; untuk tahun 2007, produk Nikko Saham Nusantara; untuk tahun 2008, produk saham BNI Reksadana Berkembang; untuk tahun 2009, produk Reksa Dana Jakarta Blue. Korelasi Spearman (rho) digunakan untuk menguji hubungan antara dua variable dan untuk melihat kuat lemahnya hubungan dan arah hubungan antara dua variable. Hasil perhitungan korelasi spearman selama tahun 2005-2009 menunjukkan korelasi yang kuat dan positif untuk peringkat kinerja reksa dana saham yang dihitung menurut metode Treynor dan metode Jensen. Artinya, reksa dana yang memilik peringkat yang baik menurut metode Treynor cenderung akan memiliki peringkat yang baik juga menurut metode Jensen.
Mutual fund is formed to gather the fund from investor to be invested in a portfolio. This portfolio is managed by appointed investment manager. A portolio of a mutual fund could consist of equity/ stocks, bonds, money market instrument, or combination from equity/ stocks, bonds, and money market instruments. Investment manager, will do investment diversification to produce optimal return to the investor. The purpose of this thesis is to evaluate the performance of Stock/ Equity Funds that actively traded within the period of January 1, 2005 until December 31, 2009 using Sharpe, Treynor, and Jensen measurement. The next step is to determine the rank based on the result of each measurement and to calculate if thereÂ’s any correlation within ranks by using Spearman Corelation. Based on the calculation result done using Sharpe, Treynor, and Jensen measurement, the following Stock/ Equity Funds are included as the top five within period of 2005-2009: for year 2005 Dana Megah Kapital dan Citireksadana Ekuitas; for year 2006 Platinum; for year 2007 Phinisi Dana Saham, Makinta Mantap, Pratama Saham, dan Reliance Equity Fund; for year 2008, Panin Dana Maksima; for year 2009, saham Pratama Saham, Reksa Dana Makinta Mantap, Reksadana Dana Pratama Ekuitas, dan Reksa Dana Trim Kapital Plus. While the following Stock/ Equity Funds are included as the bottom five within period of 2005-2009: for year 2005 Big Palapa, ABN Amro Dana Saham, Big Nusantara, dan Dana Sentosa; for year 2006, produk Reliance Equity Fund dan Big Nusantara; for year 2007, produk Nikko Saham Nusantara; for year 2008, produk saham BNI Reksadana Berkembang; for year 2009, produk Reksa Dana Jakarta Blue. Spearman correlation used to test the relation between two variables to determine the strength of its relationship. The result of Spearman correlation for year 2005-2009 shows there is a strong and positive correlation between Treynor and Jensen measurement. It means that Stock/ Equity Funds that has good performance based on Treynor measurement most likely will has good performance also based on Jensen measurement.
Kata Kunci : Reksa Dana Saham, Pengukuran Kinerja Reksa Dana, Korelasi Spearman, Stock/ Equity Funds, Mutual Fund Performance Evaluation, Sharpe, Treynor, Jensen, Spearman Corelation.