Analisis Foktor Produksi Pertanian Padi Organik dan Non Organik: Studi Kasus Kabupaten Garut dan Sragen
HAKIM, M. LUKMAN (Pembimbing: Catur sugiyanto, Prof., Dr., M.A.), catur sugiyanto, Prof., Dr., M.A.
Pertanian non organik yang dilaksanakan selama ini telah dirasakan memiliki dampak negatif yang luar biasa tidak hanya pada kualitas lingkungan yang semakin terdegradasi tetapi juga pada kualitas hasil produksi yang mengandung bahan kimiawi secara berlebihan. Perkembangan sistem pertanian yang berkelanjutan melalui pertanian organik yang diterapkan dalam beberapa tahun terakhir disebut sebagai salah satu solusi untuk dapat meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Penelitian ini mencoba melihat perbedaan efisiensi produksi antara pertanian padi organik dan pertanian padi non organik dari masing-masing proses produksi tersebut. Pengambilan data dilaksanakan pada Bulan Agustus dan Bulan Oktober 2010 di dua kota yaitu Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sampel yang diambil berjumlah 100 orang petani organik dan 100 orang petani non organik. Metode analisa data menggunakan OLS (ordinary least square) untuk melihat pengaruh variabel input terhadap variabel output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian non organik masih lebih efisien dibandingkan dengan pertanian organik.
The way non organic agriculture has been produce for the last decade has lead not only to a high degradation of environment quality but also an increase of chemical substance in agriculture products. For sustainability agriculture, organic agriculture has been endorse as one of the solution to increase national agriculture productivity and still preserve the environment. This research try to compare the differences of efficiency between non organic agriculture and agriculture production process. The collection of data was conduct in August and October at two places, Sragen Region, Central Java, and Garut Region, West Java. The sum of sample that was taken account was 100 organic farmers and 100 non organic farmers. The method to analyze data use OLS (ordinary least square) to see the influences of input variable toward output variable. The result shows that non organic agriculture is still more efficient compare to organic agriculture.
Kata Kunci : Organic Agriculture, Inorganic Agriculture, Production, Efficiency, pertanian organik, pertanian non organik, produksi, efisiensi.