Rencana Bisnis Pembuatan MI Basah Mengginakan Tepung Modified Cassava Flaur (MOCAF)
HADI, ARFAN (Adv.: Sahid Susilo Nugroho, DR., M. Sc.), Sahid Susilo Nugroho, DR., M. Sc.
Bisnis pembuatan mi basah dan hasil olahan mi yang berasal dari tepung olahan singkong (mocaf) memiliki peluang yang sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari pola konsumsi masyarakat yang menjadikan mi instan dan hasil olahan mi menjadi makanan pokok, dan jumlah produksi singkong yang mencapai 23,9 juta ton pada tahun 2010, serta jumlah pedagang mi ayam dan bakso yang semakin banyak khususnya daerah istimewa Yogyakarta yang mencapai 1204 orang pada tahun 2010. Bisnis ini juga didukung oleh program diversifikasi pertanian dan usaha penganekaragaman bahan pangan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap beras. Berdasarkan data diatas bisnis pembuatan mi basah dari tepung mocaf sebagai bahan baku mi ayam dan mi bakso memiliki prospek yang sangat baik.
Bisnis ini menggunakan pola model bisnis bait&hook, dengan memberikan sampel produk secara gratis kepada konsumen temasuk pedagang mi ayam dan bakso pada bulan pertama perusahaan berjalan. Pemberian sampel difokuskan agar konsumen dapat mengenal dan memiliki kemauan dan rasa penasaran untuk membeli mi basah mocaf. Pendapatan perusahaan didapatkan dari pembelian lanjutan tepung mocaf yang telah dibagikan secara gratis pada rencana promosi dari awal perusahaan berjalan. Konsumen yang menjadi fokus utama perusahaan adalah pedagang mi ayam dan bakso serta restoran yang menggunakan mi basah.
Berdasarkan beberapa data yang didapat dari observasi, penyebaran sampel yang dilengkapi dengan kuisioner dan wawancara, didapatkan hasil yang positif, dimana responden memiliki tanggapan yang positif terhadap rasa dari mi mocaf dan memiliki keinginan untuk membeli mi basah mocaf tersebut. Oleh karena itu, prospek bisnis ini sangat terbuka lebar. Hal ini di perlihatkan pada tiga skenario bisnis yang memperlihatkan performa finansial yang baik untuk jangka waktu 5 tahun. Pada skenario optimis, didapat NPV Rp. 928 Juta, IRR sebesar 110% dan Discounted Payback Period 1.05 tahun. Pada skenario normal, didapat NPV Rp. 514 Juta, IRR sebesar 79% dan Discounted Payback Period 1.51 tahun. Pada skenario Pesimis, didapat NPV Rp. 209 Juta, IRR sebesar 49% dan Discounted Payback Period 2.53 tahun. Dengan ketiga skenario ini, diharapkan terlihat kesempatan serta resiko yang lebih terukur.
Business creation and processed wet noodle and noodles derived from processed cassava flour (mocaf) have a huge opportunity. It can be seen from the patterns of consumption that makes instant noodles and noodles processed into staple foods, and the amount of cassava production reached 23.9 million tons in 2010, and the number of traders noodles and chicken meatballs are a growing number of particular areas of Yogyakarta special reached 1204 people in 2010. This business is also supported by a program of agricultural diversification and food diversification efforts by the Indonesian government to suppress peoples dependence on rice. Based on the above data the business of making noodles from flour wet mocaf as raw chicken noodle and meatball noodle has excellent prospects.
This business uses a business model pattern bait & hook, by giving free samples of their products to consumers including the merchant noodles and chicken meatballs in the companys first run. Sampling focused so that consumers can recognize and have a willingness and curiosity to buy a wet noodle mocaf. The companys revenues come from the purchase of advanced mocaf flour that has been distributed free of charge to the company's promotional plan from start to walk. Consumers who became the companys main focus is a trader and meatballs and chicken noodle restaurant that uses a wet noodle.
Based on some of the data obtained from the observation, which comes with sample questionnaires and interviews, obtained positive results, where respondents had a positive response to the taste of the noodles mocaf and have a desire to buy the mocaf wet noodle. Therefore, the business outlook is very wide open. It is on show in the three business scenarios that show good financial performance for a period of 5 years. In the optimistic scenario, the NPV obtained Rp. 928 million, an IRR of 110% and Discounted Payback Period 1,05 years. In normal skenenario, obtained NPV Rp. 514 million, an IRR of 79% and Discounted Payback Period 1.51 years. In the Pessimistic scenario, NPV obtained Rp. 209 million, an IRR of 49% and Discounted Payback Period 2.53 years. In the third scenario, expected to see the opportunities and risks of a more scalable.
Kata Kunci : Bisnis, Pemasaran, Promosi, agricultural diversification, bait & hook, wet noodles mocaf, Marketing, Marketing Management, Promotion.