Laporkan Masalah

ANALISIS STRATEGI BERSAING PRODUK MICE HOTEL PHOENIX YOGYAKARTA

Guntur Sukmawan Putra (pemb : Dra. Sari Winahjoe. MBA), Dra. Sari Winahjoe. MBA

2002 | Skripsi | S1 Management

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketatnya persaingan pada industri perhotelan di Yogyakarta, di mana sampai tahun 2000 hotel berbintang mencapai 38 hotel dan dari persaingan yang terjadi perusahaan dituntut untuk mempunyai strategi bersaing yang tepat untuk memenangkan

persaingan. Pada industri perhotelan terdapat sejumlah produk selain jasa kamar dan penjualan makanan & minuman, berupa MICE (Meeting Insentive Convention Exhibition ). Perkembangan MICE di Yogyakarta menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan cukup berpeluang untuk dikembangkan. Produk MICE sangat berharga bagi hotel untuk menghadapi permintaan yang berfluktuasi dan beberapa alasan lain

Penelitian ini ditujukan untuk menclapatkan gambaran tentang struktur / profil persaingan pada industri perhotelan khususnya pada produk MICE dan untuk dapat memberikan alternatif strategi bersaing produk MICE bagi Hotel Phoenix. Pendekatan dan metode penelitian yang digunakan adalah Bari Thompson & Strickland, ( 2001) dan untuk analisis lingkungan industri digunakan Five Force

Model, Porter, ( 1999 ), Besanko, 2000 ) dan Thompson & Strickland, 2001 ) dalam bentuk kuesioner analisis lingkungan industri. Pendekatan analisis lingkungan internal digunakan analisis proses penciptaan nilai dari Porter, ( 1998 ) clan Hill, ( 1999 ). Periclekatan faktor kunci sukses penyelengaraan MICE yang dimiliki Hotel Phoenix clan pesaing terciekatnya digunakan pembobatan

faktor kunci sukses yang diolah dari Thompson & Strickland, 2001 ), Astro*, ( 1995 ),Hoyle, (1989).

Hasil analisis lingkungan eksternai makro yang relatif cukup dominan adalah dari lingkungan politik dan hukum, ekonomi berupa perbaikan kondisi keamanan dan kebijakan pemerintah mengenai naiknya tariff listrik, BBM dan telepon. Analisis lingkungan industri menunjukkan ancaman dari pendatang Baru kecil karena faktor rintangan masuk dan keluar dari industri perhotelan relatif tinggi.

Ancaman dari pemasok relatif lemah dan ancaman dari produk pengganti adalah sedang. Ancaman dari pembeli relatif kuat begitu juga dengan ancaman dari pesaing yang ada.

Pada proses penciptaan nilai, ditemukan bahwa pada aktivitas pemasaran pengolahan data pasar MICE belum diolah secara optimal dan belum menampilkan iklan khusus untuk produk MICEnya.

Pada profit persaingan terbagi menjadi empat kelompok strategis berdasarkan pada harga yang ditawarkan dan pasar yang dibidik.

Pari sisi kekuatan internal kunci sukses penyelenggaraan MICE diketahui bahwa Hotel Phoenix mempunyai kelemahan pada faktor kualitas makanan & minuman, keterbatasan lahan dan bangunan, kurang lengkapnya peralatan dan perlengkapan MICE sena ketenaran nama hotel. Kekuatan yang dimiliki berupa lokasi, keterjangkauan dan dekat dengan pusat perbelanjaan, dan masib terbukanya peluang untuk meningkatkan kualitis pelayanan.

Berdasarkan faktor eksternal makro,lingkungan industri dan faktor internal serta kunci sukses penyelengaraan MICE, Hotel Phoenix clapat menggunakan strategi best cost provider yang dikemukakan Thompson & Strickland, ( 2001 ), Wright & Kroll, (1998 ), serta memenubi kondisi

pemilihan strategi best cost provider yang dilakukan Johnson & Scholes, (1999 ), berupa pertumbuhan permintaan yang relatif tinggi dan dapat dicapai perusahaan, memungkinkan diferensiasi dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki perusahaan dan memungkinkan pendekatan dengan harga yang relatif murah.

Kata Kunci : Analisis Strategi, Produk Mice, Hotel Phoenix, Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.