Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Peristiwa Pengumuman RAPBN 2000
Gunawan Rachmadie Sigit (Pembimbing: Dra. Sri llandaru Y., MBA.), Dra. Sri llandaru Y., MBA.
ABSTRAK
Penyampaian nota keuangan atau RAPBN yang dilakukan pemerintah pada tanggal 20 Januari 2000 merupakan tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia. Peristiwa ini berskala nasional dan mendapat sorotan luas dari dunia internasional. Berbagai tanggapan yang muncul bersifat sangat kontradiktif. Peristiwa tersebut memberikan pengaruh bagi pasar modal Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari reaksi pasar modal Indonesia terhadap peristiwa (event) pengumuman RAPBN 2000. Metode yang digunakan adalah studi peristiwa (event study), dengan penekanan pada pengujian kandungan informasi (information content) yang dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Selain itu digunakan juga metode analisis perbedaan statistik yang disebabkan oleh suatu peristiwa. Reaksi pasar diukur dengan menggunakan abnormal return sebagai proxy harga dan trading volume activity (TVA) sebagai proxy volume perdagangan saham. Dalam mencari abnormal return, expected return dihitung dengan menggunakan Single Index Market Model (SIMM). Pasar modal yang dipilih adalah Bursa Efek Jakarta dengan sampel saham-saham dari perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam LQ-45. Hasil pengujian statistik menunjukan adanya abnormal return yang signifikan selama event period, yaitu pada t7, t3, dan to. Selanjutnya , penelitian menunjukan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara abnormal return maupun trading volume activity pada waktu sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman RAPBN 2000. Dari hasil-hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
pasar modal Indonesia, dalam hal ini Bursa Efek Jakarta bereaksi terhadap peristiwa tersebut. Artinya peristiwa ekonomi berskala nasional tersebut memiliki kandungan informasi yang digunakan investor dalam pengambilan keputusan investasinya di pasar modal. Meskipun begitu peristiwa tersebut hanya merubah pengharapan pasar sebagai keseluruhan (reaksi harga) tapi tidak merubah pengharapan individual investor (reaksi aktivitas volume perdagangan).
Keywords: RAPBN 2000, abnormal return, trading volume activity,
informational content, & Single Index Market Model.
Kata Kunci : Investasi, Analisis Ekonomi Dalam Investasi Saham, Kebijakan Ekonomi Pemerintah