Analisis faktor-faktor penentu perilaku pembuatan keputusan berisiko: studi pada mahasiswa MM UGM
Gunawan, Luke Hendra. (Adv.: Drs. Gugup Kismono, MBA), Drs. Gugup Kismono, MBA
Secara garis besar, peneliti tertarik untuk menginvestigasi faktor-faktor yang menjadi penentu terjadinya perilaku berisiko, khususnya berhubungan dengan pembuatan keputusan. Ketertarikan tersebut merupakan bentuk pemikiran apakah faktor-faktor itu, bagaimana hubungan antar faktor, serta bagaimana perilaku itu muncul. Hipotesis yang diuji adalah pengaruh sejarah hasil (outcome history) yang dimediasi kecenderungan risiko (risk propensity) dan persepsi risiko (risk perception), pengaruh pengemasan masalah (problem framing) yang dimediasi persepsi risiko (risk perception), dan pengaruh spesifisitas tujuan (goal specificity) terhadap perilaku pembuatan keputusan berisiko (risky decision making behavior). Untuk mengujinya, peneliti menggunakan metode convenience sampling untuk menentukan sampel yang diteliti dan metode personally administered questionaire untuk mengumpulkan data. Populasi penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu pembuat keputusan yang masih dini dan yang sudah berpengalaman. Sebagai replikasi penelitian terdahulu, peneliti memut uskan untuk menggunakan populasi pembuat keputusan dini dan melaksanakan studi pada mahasiswa MM UGM. Sampel yang berhasil diambil adalah mahasiswa yang kuliah kelas Pra-MM A, B, C, dan Reguler B pada jadwal kuliah tanggal 6 hin gga 14 Agustus 2002.
Tingkat seseorang membuat keputusan yang berisiko akan berhubungan negatif dengan tingkat risiko yang mereka persepsikan. Risk perception menghasilkan efek negatif terhadap risky decision making behavior. Efek problem framing terhadap perilaku pembuatan keputusan berisiko akan dimediasi secara parsial oleh risk perception. Goal spesificity yang semakin tinggi akan mengakibatkan risky decision-making behavior yang semakin rendah (korelasi negatif). Tujuan spesifik mengakibatkan perilaku yang kurang berisiko dibandingkan tujuan tak, spesifik.
Keterbatasan penelitian terkait dengan faktor-faktor lain yang masih diabaikan. penggunaan sampel dari populasi yang belum berpengalaman, efek mediasi risk perception yang masih belum jelas dalam memediasi hubungan problem framing dan risky behavior, dan pennggunaan bentuk penelitian cross-¬sectional studies yang kurang mewakili kondisi dinamis pembuatan keputusan. Peneliti menyarankan penelitian faktor lain yang masih diabaikan, penggunaan sampel yang lebih berpengalaman, penelitian yang menguji hubungan framing dan risky behavior secara ekslusif, dan penelitian dapat diubah menjadi longitudinal studies agar responden punya pengalaman yang lebih nyata dalam risky decision making behavior.
Kata Kunci : Problem framing, Risk perception, Risky behavior, Mahasiswa MM UGM,