Laporkan Masalah

Prediksi Kondisi Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan menggunakan Analisis Diskriminan

Gunawan, Kasianus, Eduardus Tandelilin, Prof. Dr., M.B.A.

2008 | Tesis | S2 Magister Management

Penelitian ini bertujuan melakukan pengujian empirik untuk mengetahui dan menguji apakah terdapat perbedaan rasio keuangan secara signifikan di antara dua group perusahaan yang diteliti. Group pertama (1), merupakan group perusahaan yang tergolong dalam kondisi financial distress, sedangkan group kedua (0), merupakan group perusahaan tidak dalam kondisi financial distress. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dalam periode 2003-2004. Dengan mengunakan metode Multiple Discriminant Analysis (MDA), dapat ditentukan rasio-rasio keuangan yang secara signifikan dapat memprediksi kebangkrutan pada perusahaan manufaktur. Untuk menguji tingkat ketepatan dari model yang dihasilkan, data untuk tahun 2003 dan 2004 secara terpisah dipergunakan sebagai variabel independen dan tahun 2005-2006 sebagai penentu. Berdasarkan hasil penelitian, rasio yang berbeda secara signifikan untuk satu tahun sebelum financial distress adalah Current Ratio, Gross Profit Margin, dan Return On Investment. Untuk dua tahun yaitu; Current Ratio dan Gross Profit Margin. Dari 12 rasio yang ada, terdapat dua rasio yang secara konsisten masuk dalam model dua tahun, yaitu Current Ratio dan Gross Profit Margin. Tingkat ketepatan klasifikasi secara keseluruhan untuk tahun 2003 dan 2004 adalah sama, yaitu 71,8%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, ketiga rasio keuangan CR, GPM, dan ROI dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan klasifikasi apakah perusahaan akan mengalami financial distress atau tidak (non financial distress). Kata Kunci: Kesulitan Keuangan, Industri Manufaktur, Rasio Keuangan, dan Analisis Diskriminan.

This research's purposed to establish an empirical test to find out and to examine if there is any significant difference financial ratio between two company groups that are being examined. The first group (1), is a company group that is categorized in financial distress. While, the second group (0), is a company group that is not being in a financial distress. Sample used in this research are companies which are listed in Jakarta Stock Exchange (JSX) and those are classified in manufacturing industry in the period of 2003-2004. By using Multiple Discriminant Analysis (MDA) method, we can determine financial ratio that are significantly able to predict financial distress in manufacturing industry. To examine the accuracy level of the model that is being produced, data from the year 2003 and 2004 are used separately as independent variables and the next year 2005-2006 are set as a decisive factor. According to the research, ratios that are significantly different in one year before the financial distress are Current Ratio, Gross Profit Margin, and Return On Investment. For two years before the financial distress are Current Ratio and Gross Profit Margin. From the twelve variables above, there are two ratios that constantly exist in a two year period model, that are Current Ratio and Gross Profit Margin. The accuracy of classifications as a general for the year of 2003 and 2004 are equal, which is 71,8%. Thereby could assumed that those three financial ratios, CR, GPM, and ROI could be used as the estimation to decide what kind of classifications that the company will experience financial distress or non financial distress. Key words: Financial Distress, Manufacturing Industry, Financial Ratio, and Discriminant Analysis.

Kata Kunci : Kesulitan Keuangan, Industri Manufaktur, Rasio Keuangan, dan Analisis Diskriminan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.