Persepsi Akuntan di Indonesia terhadap Pengetahuan Teknologi Informasi yang harus Dikuasai Oleh Akuntan
Gultom, Fratis Francis (Adv.: Dr. Hadori Yunus, Akt. ), Dr. Hadori Yunus, Akt.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi akuntan di Indonesia terhadap pengetahuan teknologi informasi apa yang harus dikuasai oleh akuntan. Hasil penelitian ini dapat berguna untuk mengidentifikasi pengetahuan teknologi informasi yang harus diintegrasikan dalam kurikulum akuntansi. Persepsi para akuntan yang berada di Jakarta dan Yogyakarta terhadap perlu-tidaknya topik pengetahuan teknologi informasi tertentu untuk dikuasai oleh akuntan
dikumpulkan dengan menggunakan angket. Jawaban para responden diberi skor dan dicari rerata skor responden untuk setiap topik pengetahuan teknologi informasi tersebut. Rerata responden ini dianalisis dengan pengujian hipotesis untuk menarik generalisasi. Metode yang digunakan
adalah uji rerata (mean test) dan analisis variansi. Berdasarkan hasil analisis uji rerata, dapat diketahui bahwa pengetahuan teknologi informasi yang harus dikuasai oleh akuntan adalah: (1) pengetahuan menggunakan program pengolah kata, pengolah data, spreadsheet, paket akuntansi, paket auditing (keyboard literacy), (2) pengetahuan merancang dan mengembangkan aplikasi paket akuntansi,(3) pengetahuan mengevaluasi pengendalian intern, melakukan pengujian-pengujian, dan menentukan audit trail dalam pengolahan data elektronik. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa ada perbedaan
persepsi antara akuntan pendidik dan akuntan intern/manajemen di satu pihak dengan akuntan publik dan akuntan pemerintah di pihak yang lain. Perbedaan tersebut adalah bahwa akuntan pendidik dan akuntan intern setuju pengetahuan desain dan pengembangan sistem informasi berbasis komputer harus dikuasai oleh akuntan, sedangkan akuntan publik dan akuntan pemerintah tidak setuju. Berdasarkan hasil analisis penelitian di atas, direkomendasikan untuk memasukkan mata kuliah EDP Auditing pada kurikulum. Selain dalam mata kuliah SIA, SIM, dan EDP Auditing, juga direkomendasikan untuk mengintegrasikan
pengetahuan teknologi informasi dalam beberapa mata kuliah akuntansi yang lain, misalnya melalui metoda pengajaran yang mempergunakan komputer, dan melalui penyelesaian latihan-latihan dengan bantuan komputer.
The objective of this research is to find out the perception of accountants in Indonesia of which knowledge of information technology they should acquire. The findings of the research may hopefully be useful to identify which knowledge (i.e. skills) of information technology that should be integrated into the accounting curriculum. A set of questionnaires was used to elicit the perception of accountants living in Jakarta and Yogyakarta of the need for the mastery of certain skills relating to information technology. The responses of each respondent was scored to obtain an average for each skill. The mean test and the analysis of variance were used to analyze this average score in order to draw a generalization. The results of the mean test indicated that accountants should master the following skills: (1) an ability to use word processors, data processing, spreadsheet, accounting package, and auditing package programs (keyboard literacy), (2) an ability to design and develop applications of accounting packages, (3) an ability to evaluate internal controls, conduct tests, identify audit trail in electronic data processing. The results of the analysis of variance showed that there is a difference in perception between educator accountants and management accountants, on the one hand, and public accountants and government accountants on the other. Educator and management accountants maintain that an accountant should be able to design and develop computer- based information systems, while public and government accountants consider otherwise. On the basis of these results, it is suggested that EDP auditing courses be included in the accounting curriculum. In addition, it is also recommended that certain skills relating to information technology be integrated into several other accounting courses, for example, through the use of computers in accounting instruction and problem-solving.
Kata Kunci : pengetahuan TI, Akuntan, Profesionalisme, Persepsi akuntan, TI.