Analisis tingkat efisiensi bank go public sebelum dan sesudah implementasi arsitektur perbankan Indonesia (API)
Ghozali, Akhmad (Pemb : Arief Surya Irawan, SE., M.Com), Arief Surya Irawan, SE., M.Com
Lembaga keuangan perbankan memiliki banyak peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian, mulai dari pembiayaan pembangunan, pertumbuhan sektor riil, penciptaan kestabilan ekonomi, sampai pelaksanaan kebijaksanaan moneter suatu negara. Peranan-peranan ini sejalan dengan fungsi utama lembaga keuangan perbankan, yaitu me1aksanakan fungsi intermediasi antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana. Namun, untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan suatu industri perbankan nasional yang sehat, kuat, dan efisien. Selain untuk memenuhi peranan-peranan ini, industri perbankan nasional yang sehat, kuat, dan efisien juga sangat dibutuhkan dalam menghadapi krisis keuangan yang dapat berimbas pada industri perbankan, seperti halnya krisis yang dihadapi Indonesia pada pertengahan tahun 1997. Salah satu langkah yang dilakukan Bank Indonesia, sebagai pengawas perbankan nasional, untuk mewujudkan industri perbankan yang sehat, kuat, dan efisien adalah mengeluarkan kebijakan implementasi Arsitektur Perbankan Indonesia (API) pada awal Januari 2004.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat efisiensi industri perbankan, khususnya bank-bank go-public sebelum dan sesudah implementasi API oleh Bank Indonesia pada awal Januari 2004. Sebagai indikator tingkat efisiensi, penelitian ini menggunakan beberapa rasio dari pendekatan CAMEL (capital, assets, management, earnings, liquidity) yang sesuai dengan pedoman BI dan ditambah satu rasio tambahan. Rasio-rasio ini terdiri dari tiga kelompok rasio, yaitu : 1) ke1ompok rasio tingkat rentabilitas, meliputi return on assets (ROA) dan biaya
operasional/pendapatan opersional (BOPO), 2) kelompok rasio tingkat efisiensi yang diwakili dengan leverage multiplier ratio (LMR), dan 3) kelompok rasio tingkat likuiditas yang diwakili dengan rasio loan to deposit ratio (LDR).
Untuk. mencapai tujuan penelitian ini, dilakukan studi empirik dengan menggunakan sampel laporan keuangan dari 21 bank go-public dari tahun 2002 sampai dengan 2005. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan alat uji statistik, kolmogorof¬smirnov test (uji K-S) untuk. menentukan metode statistik dalam pengujian hipotesis penelitian ini. Kemudian dari hasil uji K-S, penelitian ini memakai metode statistik wilcoxon signed rank test untuk. menguji apakah ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat efisiensi industri perbankan, khususnya bank-bank go-public sebelum dan sesudah implementasi API oleh Bank Indonesia pada awal Januari 2004. Pengujian rasio secara keseluruhan untuk. mengetahui apakah ada perbedaan yang signiftkan dalam tingkat efisiensi industri perbankan, khususnya bank-bank go-public sebelum dan sesudah implementasi API oleh Bank Indonesia untuk. ketiga kelompok rasio digunakan alat uji manova.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis tentang perbedaan tingkat efisiensi sebelum dan sesudah implentasi API, sebagian besar rasio menunjukkan tidak terdapatnya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah implementasi API, hanya beberapa rasio yang menunjukkan terdapatnya perbedaan yang signifikan. Sementara itu, dari semua kelompok rasio secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat efisiensi bank-bank go-public sebelum dan sesudah implementasi Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Hal ini menunjukkan bahwa bank-bank go-public tidak mengalami perubahan tingkat efisiensi yang berarti sebelum dan sesudah implementasi Arsitektur Perbankan Indonesia (API) antara kurun waktu 2002 hingga 2005.
Kata Kunci : Bank, Go Public, Arsitektur Perbankan Indonesia