Laporkan Masalah

Evaluasi Penetapan Tarif Rawat Inap Rumah Sakit (studi pada RSUD Muntilan)

Gerlan Hahanusa (Adv.: Rusdi Akbar., M.Sc., Ph.D., CMA., Ak., CA.), Rusdi Akbar., M.Sc., Ph.D., CMA., Ak., CA.

2016 | Tesis | S2 Magister Accountancy

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muntilan merupakan rumah sakit umum pemerintah Kabupaten Magelang dengan klasifikasi rumah sakit umum kelas C. Penetapan tarif rawat inap masih menggunakan sistem akuntansi biaya tradisional yang kurang sesuai jika diterapkan, karena tidak memperhitungkan biaya aktivitas rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambahkan tentang penentuan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan activity based costing (ABC), dapat dijadikan sebagai acuan dalam menetapkan tarif jasa rawat inap pada RSUD Muntilan dan sebagai alat pembanding dengan tarif rawat inap yang ditetapkan selama ini, serta menjadi alat satu masukan yang memberikan informasi mengenai ABC terutama dalam penerapannya pada rumah sakit yang orientasi utamanya adalah pelayanan masyarakat.

Penelitian dilakukan menggunakan rancangan kualitatif dengan menggunakan data tahun 2013, berupa laporan keuangan mengenai tarif rawat inap yaitu dengan mengelompokkan kedalam biaya langsung dan biaya tidak langsung, serta wawancara dengan pihak rumah sakit bagian keuangan mengenai tarif metode tradisional. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan deskriptif komparatif yaitu analisis tarif rumah sakit saat ini, menetapkan metode biaya berdasarkan ABC, kemudian membandingkan tarif rawat inap rumah sakit berdasarkan ABC dengan realisasinya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif rawat inap dengan ABC, apabila dibandingkan dengan tarif yang digunakan oleh rumah sakit maka ABC memberikan hasil yang lebih besar untuk kelas VIP, Kelas I, II, dan III. Hal ini disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada pemicu biaya (cost driver). Sehingga dalam ABC, telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas ke setiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.

Regional Public Hospital (RSUD) Muntilan is a public hospital of Magelang Regency government with Class C public hospital classification. Inpatient tariff determination was still used traditional accounting system, which was not suitable enough to be implemented because it was not considered the activity cost. This research was aimed to add inpatient tariff determination with used activity based costing (ABC), that can be a guidance to determine it in RSUD Muntilan and also as a comparison with existing inpatient cost. This research was aimed to be an alternative information on ABC, especially on its application to public service-oriented hospital.

This was a qualitative research of 2013 data, with financial report on inpatient tariff, which was categorized into direct cost and indirect cost, and supported by interview with monetary staff of the hospital regarded to tradional method tariff. Comparative decriptive method was used to analyze the existing tariff, determined cost method based on ABC, and compared the inpatient tariff based on ABC and its fact.

The results showed that the calculation with ABC method gave bigger results on Class VIP, Class I, II, dan III, compared with the hospitalÂ’s tariff. It was emerged as overhead cost charging within each products was imposed in the cost driver. Therefore, ABC allocated activity cost into each room accurately, based on each consumption activity.

Kata Kunci : Tariff, Activty Based Costing (ABC), Cost Driver.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.