Penggunaan Sistem Pengukuran Kinerja pada Organisasi Jasa Pelayanan Kesehatan (Studi Kasus di RS Panti Rapih dan RSU PKU Muhammadiyah, Yogyakarta)
Fitri Riyadi M.M. (adv : Dr. Bambang Riyanto LS. MBA), Dr. Bambang Riyanto LS. MBA
Setiap organisasi berusaha untuk mengembangkan suatu sistem pengukuran kinerja yang
dapat menjadi alat pengendalian manajemen yang mampu menunjang organisasi
mencapai tujuannya secara optimal. Penggunaan contingency theory akan mengarahkan
rumah sakit untuk berusaha mengembangkan suatu sistem pengukuran kinerja yang
sesuai atau fit sehingga dapat memanfaatkan potensi secara maksimal untuk mencapai
tujuan.
Penelitian ini berusaha meneliti dua organisasi yang bergerak dalam bidang yang sama
yaitu bidang pelayanan jasa kesehatan rumah sakit. Dengan menggunakan contingent
theory ini diharapkan dapat diteliti bagaimana dua organisasi yang bergerak di bidang
yang sama akan memiliki sistem pengukuran kinerja yang sama ataupun berbeda dan
bagaimana hal tersebut terjadi dan implikasi atau dampaknya pada sistem pengukuran
kinerjanya masing-masing.
Tujuan penelitian ini adalah untuk, pertama, mengetahui bagaimana rumah sakit
mengembangkan suatu sistem pengukuran kinerja yang fit atau sesuai dengan situasi dan
faktor-faktor yang mempengaruhi usaha rumah sakit untuk mencapai tujuannya, kedua,
memahami bagaimana dunia akademis dapat memberikan kontribusi pada dunia praktis
dengan melihat penerapan berbagai pemikiran dan ide-ide akuntansi manajemen dalam
hal ini sistem penilaian kinerja pada rumah sakit.
Metodologi penelitian menggunakan, pertama, pengumpulan data dengan mengadakan
observasi, pengambilan data, dan wawancara. Kedua, analisis data secara deskriptif
kualitatif dengan memahami dan membandingkan sistem pengukuran kinerja dua rumah
sakit yang berbeda.
Kesimpulan dan penelitian ini adalah, pertama, sistem pengukuran kinerja merupakan
faktor penting untuk mencapai tujuan organisasi. Kedua, sistem pengukuran kinerja
setiap organisasi berbeda. Ketiga, sistem pengukuran kinerja merupakan suatu sistem
yang terus berkembang dan berubah-ubah sesuai dengan situasi.
Every organization will continously develop a performance indicator system which can
be used as a management control tool to support in achieving the organization objectives
optimally. The use of the contingency theory will encourage a hospital to continously
develop a performance indicator system which is appropriate thus will enable the
organization to maximize their potential to achieve the objectives.
This research attempts to examine two organizations within the industry of hospital
health services. By using the contingent theory, will enable to research how two different
organization of a certain industry will have the same performance indicator system or
different, why the difference occur, and also what are the implications to each
performance inditor system.
The objective of the research, first, is to understand how hospitals develop a performance
indicator system according to the conditions which affect the hospital in achieving it's
objectives. Second, is to understand how the academic world could contribute in the
practical world by examining the application of various thoughts and ideas in
management accounting especially related to performance indicator system in hospitals.
The research methodology used are, first, information gathering through observation,
data gathering, and inquiries. Second, analysis of data and information by understanding
and comparing the performance indicator systems of two different hospitals.
Conclusions from the research are, first, performance indicator systems are important
factors in achieving the organization goals. Second, each performance indicator of
organizations are different. Third, performance indicator systmes is a system which
continously develop and evolve according to the related situation.
Kata Kunci : Pengukuran Kinerja, Orgnaisasi Jasa Pelayanan Kesehatan, RS Panti Rapih, RSU PKU, Yogyakarta