The Interaction Of Effect Of Employees Workplace Stressors and Organizational sanction On Cyberloafing
FITRIANA, ANNISA (Adv.: Neila Ramdhani, Dr., M.Si., M.Ed. ), Neila Ramdhani, Dr., M.Si., M.Ed.
Peneliti mengusulkan bahwa karyawan menggunakan cyberloafing, penggunaan sistem email dan internet karyawan yang tidak terkait dengan pekerjaan selama bekerja, sebagai cara untuk mengatasi stres kerja tertentu. Namun, karyawan akan lebih sering menggunakan cyberloafing sebagai mekanisme penanganan jika mereka menganggap bahwa sanksi organisasi untuk melakukan hal yang tidak mungkin. Kami melakukan survey pada 50 karyawan mengasumsikan bahwa mereka lebih cenderung untuk menanggapi cyberloaf pada ambiguitas peran dan konflik peran, tetapi berkurang kemungkinannya sebagai akibat dari kelebihan peran. Lebih jauh lagi, karyawan lebih cenderung menggunakan cyberloafing untuk mengatasi ambiguitas peran atau peran konflik ketika mereka anggap sanksi minimal. Implikasi bagi praktek organisasi dan riset masa depan juga dibahas.
Researcher proposes that employees use cyberloafing, non-work-related use of employers' email and internet systems during work, as a means to cope with certain workplace stressors. However, employees will be more likely to use cyberloafing as a coping mechanism if they perceive that organizational sanctions for doing so are unlikely. We surveyed 50 employees and assume that they were more likely to cyberloaf in response to role ambiguity and role conflict, but less likely as a result of role overload. Furthermore, employees were more likely to use cyberloafing to cope with role ambiguity or role conflict when they perceived minimal sanctions. Implications for organizational practice and future research are also discussed.
Kata Kunci : Cyberloafing, workplace stressors, role ambiguity, role conflict, role overload , organizational sanctions, stres kerja, ambiguitas peran, konflik peran, kelebihan peran, sanksi organisasi