Pengaruh Kebijakan Penetapan Harga BBM terhadap Sektor Rumah Tangga Studi Kasus Minyak Tanah
Firdayetti (Adv: Drs. Lincolin Arsyad, M.Sc), Drs. Lincolin Arsyad, M.Sc
1998 | Tesis | S2 Management
Sektor rumah tangga di Indonesia memerlukan energi dalam memenuhi kebutuhannya seperti : minyak tanah, kayu bakar, LPG, dan listrik. Seiring dengan kemajuan dan kemampuan rumah tangga maka makin banyak dibutuhkan energi. Konsumsi energi di sektor rumah tangga kebanyakan untuk memasak dan penerangan.
Harga energi yang dikonsumsi rumah tangga ditetapkan oleh pemerintah jadi tidak melalui mekanisme pasar, dalam arti ada subsidi BBM. Subsidi BBM diberikan karena BBM merupakan sumber energi yang cukup strategis bagi penggerak roda perekonomian nasional, mengingat gejolak harga BBM akan sangat mempengaruhi stabilitas nasional.
Kebijakan memberikan subsidi pada minyak tanah yang selama ini dianut telah mendorong peningkatan permintaannya. Kebijakan itu dimaksudkan untuk membantu rumah tangga yang berpenghasilan rendah, khususnya yang menggunakan minyak tanah sebagai sumber energi utama.
Karena kebijakan harga merupakan inti dan segala kebijakan terhadap sumber daya energi, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penetapan harga BBM-minyak tanah terhadap konsumsi rumah tangga dan faktorfaktor yang mempengaruhi harga minyak tanah. Selain itu dilihat juga bagaimana pengaruh pendapatan per kapita terhadap konsumsi rumah tangga.
Dalam penelitian ini digunakan metode OLS dan metode Distributed Lag merupakan yang model yang relevan. Distributed Lag model ini dapat menjelaskan Pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa harga tidak berpengaruh dalam jangka pendek tetapi dalam jangka panjang mempengaruhi. Listrik merupakan barang subsitusi dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, di mana rumah tangga dalam jangka panjang tetap menggunakan minyak tanah dan listrik dalam memenuhi kebutuhannya. Terakhir pendapatan per kapita tidak berpengaruh dalam jangka pendek maupun jangka panjang, ini disebabkan minyak tanah merupakan jenis barang kebutuhan pokok.
The household sector in Indonesia needs energy to fulfil basic necessities such as kerosene, firewood, LPG and electricity. Along with the advancement and capability of households so also is energy increasingly needed. The consumption of energy in the household sector is primarily for cooking and lighting.
The price of energy which is consumed by households is fixed by the government, therefore not by means of markets mechanisms, which means there are subsidies of fuel. These subsidies of fuel are given because fuel represent the source of energy which are strategic enough for national economic matters to be actived, condering that the fluctuation of the fuel prices will greatly influence national stability.
The policy of providing subsidies for kerosene up until now have been. submitted to being pushed by government measure. That policy is meant to provide assistance for households which have low income, especially those which use kerosene as their primary source of energy.
Because the pricing represents the core of all policies regarding energy sources, so this detailed examination is designed to analyze the determination of the prices of the petroleum and kerosene against household consumption and analyze the influence that the price of electricity and income per capita has against the consumption kerosene.
In this detailed examination, the use of OLS methods and Distributed lag method is the relevan model. this Distributed lag method can be explained as the free variable influenced against the dependand variabel during both a short run and a long run of time.
The result of this detailed study shows that the prices are not influenced in a short run but are influence over a long run. Electricity is a. substitution commodity either during a short rim or over a long run, where housholds, during that long run consistently use fuel and electricity to meet their needs. Finally the income per capita is not and influence either during the short run or long run, and this is due to the fact that fuel is a type of commodity that is a fundamental necessity.
Kata Kunci : konsumsi, subsidi, harga, energy, Consumption, Subsidy, Price, Energy