Analisis pada 31 bank di Indonesia tahun 2002
Ferdyana (Adv.: Dr. Sri Adiningsih), Dr. Sri Adiningsih
Perbankan sebagai salah satu lembaga keuangan yang memiliki peranan penting dituntut untuk memiliki kinerja yang baik, khususnya dalam hal menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya pada masyarakat. Bank dihadapkan dengan masalah efisiensi yang akan menentukan kelangsungan usaha perbankan. Bank yang tidak efisien mengakibatkan ketidakmampuan bersaing dalam menghimpun dana masyarakat, yang merupakan salah satu sumber dana perbankan. Ketidakmampuan bersaing tersebut menyebabkan rendahnya kemampuan memberikan kredit kepada masyarakat sebagai salah satu sumber utama pendapatan bank.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi teknis pada 31 bank yang ada di Indonesia, pada tahun pengamatan 2002. Selain itu pada penelitian ini juga akan mengetahui efisiensi bank jika dilihat dari 2 pendekatan mengenai fungsi bank, yaitu pendekatan produksi dan pendekatan intermediasi. Data yang dipergunakan adalah data input-output ke 31 bank yang menjadi obyek penelitian.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hampir sebagian besar bank yang diteliti tidak mampu mengelola input-output-nya secara efisien. Jika dilihat dari kekonstanan efisiensinya tahun 2002, hanya ada 3 bank yang mampu mengelola input-output-nya secara baik sehingga nilai efisiensi selama tahun pengamatan 100%. Apabila dilihat dari persentase efisiensi pada tahun 2002, perkembangan 31 bank-¬bank yang menjadi obyek penelitian, mengalami peningkatan efisiensi.
Banking as part of financial institution system is demanded to perform well, particularly in intermediating funds through people (customers). One of the problem challenging banks is the efliciency problem, which threatens its business' sustainability. This inefficiency degrades banks' performance on gathering fund as a main source of capital and lowers its capability in providing loan as a main source of income.
This research measures the degree of technical efficiency on 31 observed banks in Indonesia during 2002. This research also examines its efficiency utilizing two approaches namely production approach and intermedation approach. Data used in this research are input-output data of 31 observed banks for both production and intermediation steps.
Conclusions of this research illustrated that most of the banks observed is not able to manage their input-output efliciently. Using constancy of efficiency in observation during 2002, there are only 3 observed banks that have efliciency grade reached 100%. Utilizing the percentage of efficiency resulted in conclusion that all of the observed banks in this research have increasing efficiency.
Kata Kunci : financial institution system, internal control, manajemen perusahaan, kinerja perusahaan, efficiency