ANALISIS BIAYA KUALITAS UNTUK MENGURANGI ACCEPTABLE QUALITY LEVEL DAN PENINGKATAN DAYA SAING PADA INDUSTRI KERAJINAN (Studi Kasus pada Unit Produksi Tezzo PT. Strakx Design)
Ferdian , Rush Afif (Adv.Dr. Hardo Basuki, M.Soc.Sc., Ak.,), Dr. Hardo Basuki, M.Soc.Sc., Ak.,
Persaingan bisnis khususnya di dalam industri kerajinan akhir-akhir ini menjadi semakin ketat. Hal ini ditandai dengan bermunculannya pemanufaktur-pemanufaktur baru yang sangat agresif memasuki pasar. Untuk bisa memenangkan persaingan ini, perusahaan dituntut untuk memiliki suatu kapabilitas yang berbeda dari kompetitor. Salah satu cara yang bisa dilakukan perusahaan adalah dengan kualitas, baik dalam produk maupun layanan. Perusahaan bisa dengan mudah menghasilkan produk-produk yang berkualitas, tetapi bagaitnana dengan biaya kualitasnya, apakah bisa mencapai yang efisien? Sehingga total get yang perusahaan berikan ke konsumen jauh lebih besar dibandingkan dengan total give yang konsumen keluarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari struktur biaya kualitas yang optimal dan mengurangi Acceptable Quality Level melalui reduksi product reject khususnya di Unit Produksi Tezzo, PT. Strakx Design. Hasil penelitian terhadap biaya kualitas di Tezzo menunjukkan bahwa biaya pencegahan adalah komponen biaya kualitas yang terbesar dalam struktur biaya kualitasnya, yaitu sebesar 54%, biaya ini berasal dari aktivitas packing produk. Sedangkan biaya kegagalan di Tezzo hanya dihasilkan dari aktivitas product reject yaitu sebesar 16%. Secara keseluruhan biaya kualitas di Unit Produksi Tezzo belum efisien karena masih jauh diatas 2,5% dari penjualannya. Dalam prinsip Acceptable Quality Level (AQL) dikatakan bahwa total biaya kualitas hanya dapat ditekan melalui trade off antara biaya pengendalian dan biaya kegagalan.
Kata Kunci: Kualitas, Biaya Kualitas, dan Acceptable Quality Level
Kata Kunci : Kualitas, Biaya Kualitas, dan Acceptable Quality Level