Laporkan Masalah

Pengaruh privatisasi terhadap kinerja keuangan badan usaha milik negara (studi kasus pada perusahaan konstruksi milik negara)

FEBRIANNO, ERLANGGA , Drs. Haryono, M.Com

2009 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Privatisasi merupakan salah satu cara yang digunakan pemerintah untuk meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Negara. Salah satu kinerja yang dapat diukur adalah kinerja keuangan. Pengukuran kinerja keuangan dilakukan dengan menggunakan rasio keuangan.

Setelah dilakukannya privatisasi diharapkan kinerja keuangan Badan Usaha Milik Negara dapat meningkat ditandai dengan meningkatnya Total Assets Turnover (TATO) Return on Assets (ROA) Return on Equity (ROE) hal ini berdasaran asusmsi bahwa setelah dilaksanakan privatisasi perusahaan akan bekerja lebih efektif dan fokus pada usahanya untuk meningkatkan laba.

Selain itu Debt Ratio (DR) dan Debt to Equity Ratio (DER) perusahaan akan menurun dengan asumsi bahwa setelah dilaksanakannya privatisasi jaminan utang yang diberikan pemerintah akan berkurang sehingga kreditur akan mempertimbangkan rasio ini dalam memberikan pinjaman.

Pivatization is a way that used by the government to improve state-owned entity performance. One of the performance indicator is financial performance. Financial performance can be measured by financial ratio.

After privatization, state-owned entity financial performance can be increase that showed by the increase of Total Assets Turnover (TATO) Return on Assets (ROA) and Return on Equity Ratios (ROE) It is because the assumption that after privatization state-owned entity will be work more effective and focus on how to get higher profit.

On the other hand, Debt Ratio (DR) and Debt to Equity Ratio (DER) will be decreased based on the assumption that the debt of the entity will not be guaranteed by the government. Those ratios become the creditor's consideration to give loan for the entity.

Kata Kunci : privatisasi, BUMN, kinerja, rasio keuangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.