Kemungkinan Penerapan Metode Activity-Based Costing System Dalam Menentukan Tarif Jasa Rawat Inap (studi Kasus Rumah sakit Condong Catur, Sleman)
FEBRIANA, SUSAN (Pembimbing: Irfan Nur Sasmto Dr., M.Si., Ak.), Irfan Nur Sasmto Dr., M.Si., Ak.
Perubahan lingkungan bisnis yang semakin bergejolak menuntut adanya sistem penentuan kos produk dan jasa yang akurat sesuai dengan kegiatan yang mengkonsumsi sumber daya. Kegiatan tersebut merupakan aktivitas yang mendukung terciptanya suatu produk atau jasa. Activity based costing merupakan sistem yang dapat digunakan dalam mengatasi segala permasalahan dan tuntutan tersebut.. Activity based costing adalah metode penentuan kos produk dan jasa dengan menelusur biaya ke aktivitas. ABC lebih banyak menggunakan cost driver (pemicu biaya) dibandingkan dalam sistem akuntansi biaya tradisional sehingga ABC lebih akurat digunakan di lingkungan bisnis yang bergejolak dengan perkembangan teknologi yang pesat.
Penelitian ini merupakan studi kasus di Rumah Sakit Condong Catur, Kabupaten Sleman dengan menggunakan data tahun 2009 yang bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan penerapan ABC system dalam penentuan kos jasa rawat inap.
Penelitian dilakukan pertama dengan mengidentifikasi aktivitas yang berkaitan dengan jasa rawat inap di RSCC dan mengasosiasikan dengan biaya yang terjadi lalu membebankan biaya dalam tarif kelompok ke jasa rawat inap.
Hasil yang diperoleh dengan perhitungan ABC menghasilkan tarif rawat inap yang lebih tinggi karena seluruh aktivitas rawat inap dibebankan untuk menghitung kos rawat inap, sedangkan penentuan kos rawat inap di RSCC masih menggunakan akuntansi kos tradisional yang hanya mempertimbangkan biaya yang sifatnya langsung. Oleh karena itu, akuntansi kos tradisional dapat menimbulkan distorsi biaya yaitu membebankan kos terlalu rendah dengan kos atas aktivitas yang sebenarnya dikonsumsi dalam jasa rawat inap.
Increasingly volatile business environment changes demands a system of determining the cost of products and services that are accurate in accordance with the activities that consume the resources. These activities are activities that support the creation of a products or services. All the problems can be solved with activity based costing system, a system or method of determining cost of the products or services with tracing the cost to the activities. ABC use more cost drivers (cost driver) than the traditional cost accounting system so that ABC is more accurately used in a turbulent business environment with rapid technological developments.
This research is a case study in the Rumah Sakit Condong Catur, Sleman using 2009 data that aims to identify the possibility of implementation ABC systems in determining the cost of hospitalization services.
This research is begun by identifying activities related to the services in RSCC and associating the costs incurred then charged the pool rate to the services.
ABC calculation result shows that the cost of services is higher because of all the activities is charged to the cost of services while RSCC still use the traditional cost accounting in determining the cost of services that considers only the direct cost.
Therefore, the traditional cost accounting system can lead to the distortion that charge fee of services lower than the actual cost of activities consumed in hospitalization services.
Kata Kunci : activities, cost driver, activity based costing, overhead,