Pengaruh Pendidikan Akuntansi Syariah Terhadap Perilaku Etis Pada Mahasiswa Akuntansi Tingkat Akhir (Studi Kasus UGM dan STAIN)
Fatwa Aji Lanang Nugroho (Pemb : Mahfud Solihin, SE., M.Acc), Mahfud Solihin, SE., M.Acc
Penelitian ini bertujuan ingin (I) mengetahui perbedaan pengaruh pendidikan akuntansi syariah terhadap perilaku etis pada mahasiswa akuntansi tingkat akhir,
serta (2) mengetahui implikasi antara pendidikan dan religiusitas pada perilaku etis. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan dengan teknik convenience sampling pada dua perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Selwlah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Dugaan yang dikembangkan dalam penelitan ini adalah pengetahuan syariah berpengaruh pada religiusitas seseorang, sehingga dengannya diharapkan religiusitasnya juga meningkat. Ketika religiusitas seseorang itu meningkat, diharapkan kecenderungan dia untuk berperilaku etis akan meningkat pula.
Analisa dilakukan dengan berusaha mengetahui terlebih dahulu apakah ada korelasi antara religiusitas dengan persepsi etis. Kemudian analisa dilanjutkan dengan berusaha mengetahui apakah ada perbedaan religiusitas dan persepsi etis yang signifikan antara mahasiswa akuntansi syariah dan mahasiswa akuntansi umum. Data yang diperoleh, diuji dengan statistik inferensial,yami uji korelasi bivariate dengan metode spearman untuk mengetahui korelasi antara religiusitas dan persepsi etis, serta uji beda Mann-Whitney untuk menguji perbedaan antara 2 kelompok yang independenpada religiusitas don persepsi etisnya.
Dari penelitian ini, meskipun ditemukan adanya perbedaan tingkat religiusitas yang signijikan, dan sebelumnya juga telah ditunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat religiusitas dengan persepsi etis, ternyata
hal ini belum menjadi jaminan akan adanya perbedaan persepsi etis yang signifikan pula. Setelah dilakukan uji tambahan, diketahui bahwa pada kondisi sistem
pengawasan yang kurang ketat,mahasiswa akuntansi syariah memiliki persepsi etis yang lebih tinggi dibandingakan mahasiwa akuntansi umum. Sedangkan pada kondisi sistem pengawasan yang ketat, tidak ada perbedaan persepsi etis antara mahasiswa akuntansi syariah dengan mahasiswa akuntansi umum. Berdasarkan penelitian ini,disimpulkan bahwa demi terbentuknya perilaku akuntan yang lebih beretika, maka ada dua hal yang perlu diperhatikan, yakni peran pendidikan dalam membentuk perilaku dan peran lingkungan dalam menjaga etika.
Kata Kunci : Pendidikan Akuntansi Syariah