Persepsi akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi terhadap pengetahuan teknologi informasi yang harus dikuasai oleh auditor
Fatoni, Fatah Nurman (Adv. Dr. Slamet Sugiri, MBA), Dr. Slamet Sugiri, MBA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empms persepsi akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi terhadap pengetahuan teknologi if?!ormasi apa soja yang relevan dikuasai oleh auditor dalam menunjang profe.I,'inya. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian yang dikembangkan oleh Yuswara (2002) yang sebelumnya telah diadopsi oleh Gultom (1993) dari }Jene/ilian Leung (1991) dan Hyun (1991). Berdasar jawaban yang valid dari 205 responden, penelitian ini mendapati bukti empiris bahwa (1) pengetahuan perangkat lunak dipersepsikan responden harus dikuasai auditor, sedangkan kelima topik pengetahuan teknologi informasi lainnya yaitu pengetahuan perangkat keras, desain dan pengembangan sistem, basis data, teknologi jaringan. dan pemrograman dipersepsikan oleh responden tidak harus dikuasai ({/iditol'; (2) penelitian ini juga mendapati bukti empiris bahwa lidak ada perbedaan persepsi antara akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi. Dua irnplikasi penting dari penelilian ini yaitu (1) pengetahuan teknologi informasi harus diintegrasikan ke dalam kurikulum akuntansi; (2) mahasiswa akuntansi yang ingin berkarir sebagai auditor harus membekali dengan pengetahuan tehlOlogi informasi khususnya pengetahuan perangkat lunak.
The objectives of this study are two-fold. First, it is aimed to obtain understanding about the perception of accounting educators and students toward relevant knowledge of il1(ormation technology that auditors should possess for supporting their proje5'sion. Second, it is aimed to investigate whether or not the perception (?l accounting educators d!ffers .from that of accounting students. This study uses research instrument developed by Yuswara (2002), which previously has been adopted by Gultom (1993) from Leung (1991) and Hyun (1991). Based on 205 valid re5tpon'i'es. this study finds that (1) respondents perceive that auditors should master software knowledge only but not the followings: hardware, systems design and development, database, networking technology, and programming; and (2) the perception of accounting educators is not sign!ticantly different from that of accounting students. These results do not fully .~upport the advanced hypotheses anel, therefore, have tw'o important implications. One implication is that il~formation technology should be integrated into accounting curricula and another one is that accounting students who intend to become auditors should master the so.f(ware knowledge only.
Kata Kunci : teknologi informasi, auditor, mahasiswa akuntansi, akuntan pendidik