Laporkan Masalah

PENENTUAN RATE DEPOSIT INSURANCE PREMIUM YANG FAIR BERDASARKAN RISIKO BANK MENGGUNAKAN OPTION PRICING MODEL OF DEPOSIT INSURANCE

Fathurrohman, Maman, Adv.: Dr. B.M. Purwanto, MBA

2014 | Skripsi | S1 Management

ABSTRAK

PENENTUAN RATE DEPOSIT INSURANCE PREMIUM YANG FAIR BERDASARKAN RISIKO BANK MENGGUNAKAN OPTION PRICING MODEL OF DEPOSIT INSURANCE

Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A

Disusun Oleh : Maman Fathurrohman (NIM. 02/161312/EKl15129)

Simpanan (deposit) merupakan bagian yang sangat penting dalam industri perbankan, karena tanpa simpanan dari masyarakat atau bank lain, boleh jadi suatu bank tidak akan dapat beroperasi dan berfungsi dengan sebagaimana

mestinya. Pada sisi lain, terjadinya krisis perbankan pada rentang tahun 1997- 1999 yang berakibat pada ditutupnya 16 bank pada awal November 1997 dan penggabungan beberapa bank pemerintah, telah mengingatkan masyarakat dan pemerintah bahwa simpanan memiliki resiko dan perlu dilindungi. Peristiwa ini akhirnya mendorong pemerintah untuk menerapkan upaya penjaminan simpanan, mulai dari Blanket Guarantee hingga keluamya UU No 10 tahun 1998 yang

mewajibkan setiap bank untuk menjaminkan simpanan pada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pennasalahannya, LPS saat ini menetapkan flat rate deposit insurance premium, padahal penentuan rate seperti ini tidak fair dan bisa menyebabkan moral hazard, bank tidak disiplin, dan kecendenmg dari bank untuk tidak memperhatikan resiko yang timbul akibat dari kebijakan-kebijakan yang diambil XlV

oleh bank tersebut (Saunders dan Cornett, 2003). OIeh karena itu jelas bahwa diperlukan penelitian yang secara khusus bertujuan untuk menentukan rate deposit insurance premium yang fair di Indonesia, dan penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk itu.

Berdasarkan studi literatur diketahui bahwa ada metode yang bisa digunakan untuk menentukan rate deposit insurance premium yang fair berdasarkan resiko. Salah satunya adalah Option Pricing Model of Deposit Insurance. Option Pricing Model of Deposit Insurance yang digagas oleh Merton didasarkan pada pembuktian dalam paper an analytic derivation of the cost of deposit insurance and loan guarantees (1977). Dalam paper ini, Merton mengajukan penggunaan Option Pricing Model (OPNf) dari Black & Scholes dalarn menentukan rate deposit insurance premium yang fair. Dalam metode ini ditekankan bahwa resiko bank tercermin dari perubahan nilai pasar asetnya.

Karena OPM of Deposit Insurance memiliki persamaan yang jelas, maka untuk memudahkan proses penghitungan, dapat dirancang dan didesain aplikasi yang menerapkan persaman Option Pricing Model of Deposit Insurance, sehingga

dengan melakukan input data yang diperlukan, maka secara otomatis nilai rate deposit insurance premium yang fair, sebagai outputnya, bisa segera diketahui. Keberadaan aplikasi ini selain memberi kemudahan dan nilai tambah dalam proses analisis, juga dapat diaplikasikan dalam praktek penghitungan dalam kehidupan nyata. Dalam perhitungan menggunakan aplikasi ini, untuk nilai

simpanan, dalam penelitian ini diasumsikan 100%. Hal ini dilakukan, selain untuk memudahkan proses penghitungan Juga karena keterbatasan data yang bisa diperoleh

Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan persentase nilai standar deviasi berpengaruh terhadap nilai rate deposit insurance premium secara signifikan dari 0% - 6 %. Mulai berkurang peningkatannya pada 7% - 18%. Dan

mulai stagnan pada 19% - 100%. Hal ini bisa dijelaskan, bahwa semakin besar standar deviasi ini berarti nilai pasar aset semakin berfluktuasi. Seandainya fluktuasi tersebut bersifat negatif yaitu nilai pasar cenderung semakin turun, berarti bank tersebut memang beresiko karena bisa jadi kinerjanya buruk. Ini artinya resiko bank semakin besar. Dan sebaliknya fluktuasi yang tinggi dari nilai pasar aset dan simpanan juga beresiko tinggi, karena dimungkin karena ekpektasi pasar yang terlalu tinggi yang pada akhimya pada suatu saat akan turun kembali.

Fluktuasi positifyang tinggi juga bisa berakibat pada terjadinya reverse yaitu nilai pasar akan turun ketika telah mencapai suatu titik tertentu. Artinya fluktuasi tinggi menandakan resiko bank memang besar Hasil penghitungan rata-rata memberkan nilai rate sebesar 0.19% pada semua bank. Sebenarnya ingkat resiko bank-bank di Indonesia berbeda, ini terlihat dari standar deviasi dan grafiknya, tetapi karena dalam OPM of Deposit insurance

Ada batas atas nilai prenii, jadi semua yang nilai standar deviasinya mencapai batas atas ini memiliki nilai rate deposit insurance premium yang hampir sama.

Secara matematis nilai rate di Indonesia menggunakan OPM of Deposit insurance berkisar 0.0% - 0.19%. menurut penulis adalah angka yang wajar dan sesuai. Pada sisi nilai ini juga masih sebanding dengan kisaran rate yang diberlakukan dinegara lain misalkan di Canada yang ditetapkan oleh COIC (The Canadian Deposit insurance Corporation) yang berkisar 0.0417% hingga 0.3333% (Majalah Stabilitas, 11 :2005).

Penulis menyadari bahwa penelitian ini memiliki keterbatasan terutama dari jumlah subjek penelitian yang hanya 23 bank padahal peserta LPS sangat banyak. Tetapi keterbatasan ini terpaksa ditempuh mengingat banya 23 bank

tersebut yang bisa ditentukan nilai pasarnya karena telah go publik. Keterbatasan lainnya adalah dalam hal pokok bahasan yang sebetulnya masih bisa dikembangkan mengenai bagaimana mengembangkan OPM of Deposit insurance untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan dan kekurangan metode ini agar bisa menjadi lebih baik.

Keterbatasan lain yang penulis temui adalah penggunaan asumsi 100 % pada simpanan bank. Hal ini terpaksa dilakukan, selain untuk memudahkan proses penghitungan juga karena keterbatasan data yang bisa diperoleh. Semoga jika kelak ada penelitian yang serupa, peneliti tersebut dapat menghindari penggunaan asumsi yang telah penulis gunakan dalam penelitian ini.


Kata Kunci : Rate, Deposit, Insurance, Premium, Fair, Option Pricing Model



-

Kata Kunci : Rate, Deposit, Insurance, Premium, Fair, Option Pricing Model


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.