ANALISIS PENGARUH ALASAN YANG TIDAK ETIS TERHADAP KETIDAKJUJURAN AKADEMIK: EFEK PEMODERASI DARI HARAPAN SOSIAL
Fathoni, Muhammad Sholihul (Adv.: Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D.), Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D.
Fenomena tindakan ketidakjujuran akademik menjadi masalah yang sangat serius di dunia pendidikan. Perilaku ketidakjujuran akademik ini akan terbawa ketika seorang mahasiswa masuk ke dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh moderasi dari harapan sosial terhadap hubungan alasan yang tidak etis dengan ketidakjujuran akademik, beserta dimensi-dimensi yang termasuk di dalamnya, yaitu pencontekan, plagiarisme, bantuan luar, dan menggunakan alat elektronik. Selain itu juga menguji bagaimana pengaruh moderasi harapan sosial terhadap hubungan alasan yang tidak etis dengan ketidakjujuran akademik, apakah memperkecil tingkat ketidakjujuran akademik atau memperbesar. Penelitian ini menggunakan sampel 100 mahasiswa S1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM dari semua jurusan yang telah menempuh minimal 3 semester.
Hasil dari penelitian ini adalah harapan sosial memiliki pengaruh moderasi terhadap hubungan ketidakjujuran akademik dan alasan tidak etis. Pengaruh alasan yang tidak etis terhadap ketidakjujuran akademik menjadi lebih kuat untuk mahasiswa dengan harapan sosial rendah dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki tingkat harapan sosial tinggi. Untuk setiap dimensi-dimensi ketidakjujuran akademik juga memiliki hasil yang sama. Kelompok harapan sosial tinggi dan rendah memiliki respon yang berbeda terhadap pandangan atau kesan orang lain. Perbedaan ini kemudian juga akan menimbulkan perbedaan mereka dalam mengambil tindakan yang termasuk dalam ketidakjujuran akademik. Kelompok harapan sosial tinggi cenderung lebih memperhatikan pandangan atau kesan orang lain terhadapnya dibandingkan dengan kelompok harapan sosial rendah. Hal ini mendorong mereka untuk lebih menghindari atau mengurangi tindakan ketidakjujuran akademik dibandingkan dengan kelompok harapan sosial rendah.
The phenomenon of academic dishonesty becomes a very serious problem in the world of education. The behavior of academic dishonesty will be carried over when a student enters into the work environment. This study aimed to examine whether there is a moderating effect of social desirability on the relationships of unethical reasoning and academic dishonesty, and their dimensions are included in it that is cheating, plagiarism, outside help, and electronic cheating. It also examines how social desirability moderating influence on the relationship of unethical reasoning and academic dishonesty, whether the decrease or increase the level of academic dishonesty. This study used sample of 100 undergraduate students of the Faculty of Economics and Business UGM from all majors who have taken a minimum of 3 semesters.
The results of this study are social desirability have moderating effects on the relationship of academic dishonesty and unethical reasoning. Effect of unethical reasoning for academic dishonesty become stronger for students with low social desirability than students who have high levels of social desirability. For each of these dimensions of academic dishonesty also have the same result. Groups of high and low social desirability have a different response to the views or impressions of others. This difference then they will also make a difference in taking actions that are included in academic dishonesty. The group of high social desirability tends to pay more attention to the views or impressions of others against him compared to the low social desirability. This encourages them to further avoid or reduce academic dishonesty actions compared to the students with low social desirability
Kata Kunci : alasan tidak etis, harapan sosial, ketidakjujuran akademik, pencontekan, plagiarisme, bantuan luar, menggunakan alat elektronik, unethical reasoning, social desirability, academic dishonesty, cheating, plagiarism, outside help, electronic cheating.